Kemenkominfo Tingkatkan Pendidikan Literasi Digital bagi Masyarakat Sumba Timur
Jum'at, 08 Juli 2022 - 16:00 WIB
loading...
A
A
A
Pada Pekan Literasi Digital di Sumba Timur terdapat empat kelas literasi digital yang diselenggarakan secara paralel dengan narasumber yang kompeten di masing-masing kelas. Empat kelas Literasi Digital tersebut yaitu Obrol-Obrol Literasi Digital, Kelas Asah Digital, Kelas Kebal Hoaks, dan Gali Ilmu.
“Orang Indonesia rata-rata menghabiskan 8 jam per-hari dalam menggunakan perangkat digital,” ujar Indriyatno Banyumurti, Manajer Program ICT Watch dalam pemaparan materi Makin Cakap Digital dengan empat Pilar Literasi Digital di sesi Obral-Obrol Literasi Digital.
Baca juga: 7 Perbedaan PNS dan PPPK, Jangan Sampai Keliru Ya!
Penggunaan teknologi digital dengan intensitas yang tinggi harus seimbang dengan edukasi literasi digital yang mumpuni agar penggunaan teknologi yang tersedia saat ini lebih maksimal dan positif.
Soni Mongan, trainer di sesi Kelas Asah Digital menyampaikan, dalam berkomunikasi di dunia maya sebaiknya kita menerapkan sopan santun yang diajarkan di dunia nyata. “Dalam komunikasi digital kita harus tahu dengan siapa kita berkomunikasi agar menyesuaikan dengan budaya dan bahasa daerah lain,” tegas Soni Mongan
“Orang Indonesia rata-rata menghabiskan 8 jam per-hari dalam menggunakan perangkat digital,” ujar Indriyatno Banyumurti, Manajer Program ICT Watch dalam pemaparan materi Makin Cakap Digital dengan empat Pilar Literasi Digital di sesi Obral-Obrol Literasi Digital.
Baca juga: 7 Perbedaan PNS dan PPPK, Jangan Sampai Keliru Ya!
Penggunaan teknologi digital dengan intensitas yang tinggi harus seimbang dengan edukasi literasi digital yang mumpuni agar penggunaan teknologi yang tersedia saat ini lebih maksimal dan positif.
Soni Mongan, trainer di sesi Kelas Asah Digital menyampaikan, dalam berkomunikasi di dunia maya sebaiknya kita menerapkan sopan santun yang diajarkan di dunia nyata. “Dalam komunikasi digital kita harus tahu dengan siapa kita berkomunikasi agar menyesuaikan dengan budaya dan bahasa daerah lain,” tegas Soni Mongan
Lihat Juga :