Kemenkominfo Tingkatkan Pendidikan Literasi Digital bagi Masyarakat Sumba Timur
Jum'at, 08 Juli 2022 - 16:00 WIB
loading...
Suasana Pekan Literasi Digital Kemenkominfo di Sumba Timur. Foto/Kemenkominfo.
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kemenkominfo ) terus menggencarkan pendidikan literasi digital ke seluruh masyarakat. Kali ini bersama Pemda Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur kegiatan Pekan Literasi Digital bagi Kelompok Masyarakat dan Komunitas di Sumba Timur diikuti 2.000 peserta.
Pekan Literasi Digital diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas literasi digital masyarakat dan komunitas setempat agar dapat memanfaatkan teknologi digital dengan tepat guna dan bertanggung jawab.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Wakil Bupati Sumba Timur, David Melo Wadu, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga Sumba Timur terutama di era perkembangan teknologi karena derasnya arus informasi yang dikonsumsi masyarakat setiap harinya.
Baca: LPDP-Kemenag Segera Launching Pendaftaran Beasiswa untuk Santri 2022
“Kegiatan ini juga bertujuan agar semua masyarakat dan komunitas di sini semakin paham akan pentingnya literasi digital. Salah satu tantangan literasi digital pada saat ini adalah banyaknya informasi yang diterima masyarakat, sehingga masyarakat harus mengetahui informasi yang benar agar tidak terpapar informasi negatif seperti isu SARA, Pornografi, Hoaks, dan lainnya,” jelas David Melo Wadu.
Pekan Literasi Digital diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas literasi digital masyarakat dan komunitas setempat agar dapat memanfaatkan teknologi digital dengan tepat guna dan bertanggung jawab.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Wakil Bupati Sumba Timur, David Melo Wadu, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga Sumba Timur terutama di era perkembangan teknologi karena derasnya arus informasi yang dikonsumsi masyarakat setiap harinya.
Baca: LPDP-Kemenag Segera Launching Pendaftaran Beasiswa untuk Santri 2022
“Kegiatan ini juga bertujuan agar semua masyarakat dan komunitas di sini semakin paham akan pentingnya literasi digital. Salah satu tantangan literasi digital pada saat ini adalah banyaknya informasi yang diterima masyarakat, sehingga masyarakat harus mengetahui informasi yang benar agar tidak terpapar informasi negatif seperti isu SARA, Pornografi, Hoaks, dan lainnya,” jelas David Melo Wadu.
Lihat Juga :