Kisah Aufa, Mahasiswi UNY yang Kenalkan Pempek di Jerman, dari Coba-coba Jadi Bisnis

Kamis, 14 Juli 2022 - 01:13 WIB
loading...
Kisah Aufa, Mahasiswi...
Anysaufha Putri Kinanti, mahasiswa UNY yang kenalkan Pempek di Jerman. Foto/iNews/Erfan Erlin
A A A
JERMAN - Sambil menyelam minum air, itulah yang dilakukan oleh Anysaufha Putri Kinanti, salah satu mahasiswi program studi Pendidikan Bahasa Jerman Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Diketahui, ia adalah mahasiswi yang berkesempatan menempuh studi selama satu semester, di Jerman.

Baca juga: 1.299 Mahasiswa Baru Lolos Seleksi Mandiri ITB, Ini Jadwal dan Link Daftar Ulang

Tak sekadar belajar, kesempatan belajar di negeri Jerman ini juga ia manfaatkan untuk mengembangkan insting bisnisnya.

Di sela waktunya belajar di Jerman , ia mencoba memperkenalkan makanan tradisional asal Palembang, Pempek.

Aufa mengaku sangat beruntung, UNY memberinya kesempatan untuk menekuni bidang wirausaha. Dia terpilih mengikuti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) saat semester 4.

Baca juga: Kisah Shafna Puspita, Berhasil Lolos SNMPTN UGM karena Jeli Pilih Jurusan

"Mungkin karena senang berwirausaha saya merasa excited saat berada di Jerman, jiwa wirausaha yang masih melekat kembali menggelora,"tutur dia.

Idenya memperkenalkan dan menjual makanan tradisional ini muncul ketika ia merasa rindu dengan makanan Indonesia tersebut. Saat itu, dengan perangkatnya, Aufa langsung mencari UMKM Indonesia melalui media sosial yang menjual Pempek.

Saat itu, pilihannya jatuh pada Pempek Bangik karena membuka pengiriman ke manapun termasuk ke Jerman.

Namun demikian, ia harus berpikir sekian kali mengingat ongkos kirim yang begitu besar untuk sampai ke Jerman.

"Kalau hanya memesan tiga sampai lima paket pempek, ongkos kirimnya ke Jerman mahal," kata dia.

Dan untuk mengurangi biaya ongkos kirim maka yang dilakukan adalah dengan memesan dalam jumlah yang panjang.

Untuk pengiriman ke Jerman, digunakan jasa titip bagasi pada orang Indonesia yang hendak berangkat ke Jerman dan membuka jasa titip bagasi.

Aufa kemudian memesan 20 paket yang terdiri dari pempek dan otak-otak ikan tenggiri.

Saat itu, ia hanya coba-coba menjual makanan tersebut ke rekan yang ia kenal di Jerman. Dan tidak ada harapan lebih kecuali untuk menutup ongkos kirim.

"Awalnya tidak ada harapan lebih atas rencana untuk berdagang pempek di Jerman. Dan ternyata di luar dugaan, 20 paket pempek dan otak-otak habis terjual, tidak sampai satu pekan,"tambahnya.

Antusiasme akan pempek sangat tinggi, yang diperkirakan menjadi bentuk rasa rindu perantau Indonesia yang sedang di Jerman.

Pesanan pun terus mengalir ke mejanya dari teman sesama warga Indonesia ataupun dari negara lain.

Akhirnya, Aufa memesan kembali pempek dari UMKM yang sama. Hingga kini sudah hampir 60 paket pempek terjual.

Pembeli tidak hanya dari orang Indonesia yang sedang merantau di Jerman namun juga ada salah satu negara lain.

"Pembeli saya ada yang dari Austria. Berapa pun ongkos kirim dari Jerman ke Austria akan dibayarnya [si pelanggan] demi merasakan nikmatnya makanan Pempek, yang dibuat langsung dari Indonesia," ungkapnya.

Usut punya usut, ternyata pelanggan Austria ini pernah ke Indonesia dan sangat menyukai kuliner nusantara termasuk Pempek.

Menurut pelanggan orang Austria tersebut, Pempek memiliki cita rasa kuliner sangat luar biasa.

Aufa mengaku tidak pernah membayangkan bisa mempraktikkan ilmu yang ia gali di perkuliahan, ternyata ke Jerman adalah satu di antara beberapa cita-cita Aufa.

Dia mengaku pernah menulis impian di buku harian saat SMA dulu. "Saya menulis keinginan belajar atau pergi ke Jerman," katanya.

Dalam benak Aufa saat masih remaja, tulisan dalam buku hariannya itu menyimpan harapan.

Hingga kemudian ia menjadi penerima beasiswa program ISAP 2022 (Internationale Studien-und Ausbildungspartnerschaften) di Westfälische Wilhelms-Universität, Münster.

Ia bertekad tak menyia-nyiakan beasiswa tersebut. Karena ada banyak harapan, kepercayaan dan doa dari banyak orang saat ia berangkat ke Jerman.

Pengalaman menjual pempek di Jerman ini menjadi hal yang sangat berharga bagi Aufa. Ia mengaku bisa belajar banyak hal yang baru.

Termasuk soal prosedur mengirim barang antar kota di Jerman, bahkan hingga antar negara. "Jarak antar kota di Jerman tidaklah dekat. Kondisi ini menjadi suatu tantangan bagi saya. Saya berpikir mengenai teknik paket pempek dapat sampai dengan keadaan tidak rusak," tutupnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beasiswa Keolahragaan...
Beasiswa Keolahragaan LPDP-Kemenpora 2026 Kembali Dibuka, Kuliah S2-S3 Gratis
Beasiswa GrabScholar...
Beasiswa GrabScholar 2026 untuk SD, SMP, SMA hingga S1 Dibuka, Cek Syarat Dokumen
Beasiswa Program Doktor...
Beasiswa Program Doktor untuk Dosen 2026 Dibuka, Tanggung Biaya Kuliah hingga Riset
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
MNC University Umumkan...
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2
Pendaftaran 3 Beasiswa...
Pendaftaran 3 Beasiswa LPDP Co-Funding S2 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Jadwalnya
Prabowo Bertemu Profesor...
Prabowo Bertemu Profesor Imperial College London di Istana, Bahas Apa?
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
SGU-Endress+Hauser Kembangkan...
SGU-Endress+Hauser Kembangkan Talenta melalui Beasiswa, Magang, dan Program Vokasi
Rekomendasi
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
Warga Jakarta Bangun...
Warga Jakarta Bangun Gerakan Bersama Perangi Polusi Udara
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Berita Terkini
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Disdik Depok Dukung...
Disdik Depok Dukung Penuh Liga Bintang Juara GTV, Jadi Wadah Prestasi Siswa SD
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Kemendikdasmen Terapkan...
Kemendikdasmen Terapkan MPLS Ramah 2026, Murid Baru Disambut Tanpa Perpeloncoan
Pradita University Terapkan...
Pradita University Terapkan Living Laboratory, Mahasiswa Kuliah Sambil Praktik di Hotel
Beasiswa Keolahragaan...
Beasiswa Keolahragaan LPDP-Kemenpora 2026 Kembali Dibuka, Kuliah S2-S3 Gratis
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved