Keren! Dosen UPER Ini Raih Gelar S3 Jurnalistik dari Amerika dengan IPK Sempurna
Rabu, 20 Juli 2022 - 00:42 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Adam, Putra Tukang Las Masuk UGM Tanpa Tes dan Kuliah Gratis
Seperti mahasiswa S3 pada umumnya, perjalanan studi doktoralnya pun tidak mulus sesuai harapan. Banyak hambatan yang harus dilalui. Bahkan, peraih beasiswa FulbrightDikti ini hampir menyerah.
"Tapi saya ingat janji saya dengan diri sendiri untuk berkomitmen dengan setiap keputusan yang dipilih dalam hidup. Sehingga saya berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan studi ini tepat waktu dengan nilai yang baik. Dukungan yang diberikan oleh teman-teman, keluarga, dan para dosen membantu saya untuk mencapai hasil yang terbaik,” kisahnya.
Komitmen Fitria di bidang jurnalistik memang tak perlu diragukan. Kariernya sebagai dosen dan peneliti di bidang ini dimulai dengan menamatkan pendidikan sarjananya di sekolah jurnalistik terbaik di Indonesia, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran.
Dia lalu menerapkan ilmu yang diperolehnya dengan menjadi jurnalis di sejumlah media terkenal di Indonesia. Sebagai jurnalis, Fitria mendapatkan kesempatan meliput berbagai jenis berita. Namun karya jurnalistiknya paling banyak bersinggungan dengan isu-isu bisnis dan ekonomi yang sukses mendapatkan sejumlah penghargaan.
“Menjadi seorang jurnalis adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah saya buat dalam hidup saya. Kalau saya bisa kembali ke umur 23 tahun pada 2009 saat baru lulus kuliah dan harus menentukan pilihan karier, saya akan tetap memilih menjadi jurnalis. Profesi ini memberi saya kesempatan untuk pergi ke berbagai tempat dan bertemu dengan banyak orang dengan kisah hidup unik yang menginspirasi. Saya belajar banyak tentang hidup dari pekerjaan ini,” ungkapnya.
Seperti mahasiswa S3 pada umumnya, perjalanan studi doktoralnya pun tidak mulus sesuai harapan. Banyak hambatan yang harus dilalui. Bahkan, peraih beasiswa FulbrightDikti ini hampir menyerah.
"Tapi saya ingat janji saya dengan diri sendiri untuk berkomitmen dengan setiap keputusan yang dipilih dalam hidup. Sehingga saya berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan studi ini tepat waktu dengan nilai yang baik. Dukungan yang diberikan oleh teman-teman, keluarga, dan para dosen membantu saya untuk mencapai hasil yang terbaik,” kisahnya.
Komitmen Fitria di bidang jurnalistik memang tak perlu diragukan. Kariernya sebagai dosen dan peneliti di bidang ini dimulai dengan menamatkan pendidikan sarjananya di sekolah jurnalistik terbaik di Indonesia, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran.
Dia lalu menerapkan ilmu yang diperolehnya dengan menjadi jurnalis di sejumlah media terkenal di Indonesia. Sebagai jurnalis, Fitria mendapatkan kesempatan meliput berbagai jenis berita. Namun karya jurnalistiknya paling banyak bersinggungan dengan isu-isu bisnis dan ekonomi yang sukses mendapatkan sejumlah penghargaan.
“Menjadi seorang jurnalis adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah saya buat dalam hidup saya. Kalau saya bisa kembali ke umur 23 tahun pada 2009 saat baru lulus kuliah dan harus menentukan pilihan karier, saya akan tetap memilih menjadi jurnalis. Profesi ini memberi saya kesempatan untuk pergi ke berbagai tempat dan bertemu dengan banyak orang dengan kisah hidup unik yang menginspirasi. Saya belajar banyak tentang hidup dari pekerjaan ini,” ungkapnya.
Lihat Juga :