Profil Andrea Hirata, Penulis Novel Laskar Pelangi yang Kuliah S2 Gratis di Prancis
Rabu, 20 Juli 2022 - 12:22 WIB
loading...
A
A
A
Andrea Hirata Seman Said Harun atau lebih dikenal sebagai Andrea Hirata lahir di Belitong 24 Oktober 1967 adalah penulis novel Laskar Pelangi (Bentang, 2005) yang merupakan novel best seller tahun 2006—2007.
Pria yang gemar memakai topi baret ini menempuh pendidikan sarjana di jurusan Ekonomi Universitas Indonesia. Setelah lulus dari UI, anak kelima dari pasangan Seman Said Harun Hirata dan Masturah ini mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri.
Andrea Hirata berhasil menjadi mahasiswa di Universite de Paris, Sorbonne, Prancis dan Sheffield Hallam University, United Kingdom. Tak hanya berhasil kuliah gratis di luar negeri namun tesisnya di bidang ekonomi telekomunikasi kini telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia dan terbit sebagai buku acuan teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia.
Andrea Hirata berhasil menulis sebuah novel yang dalam seminggu terbit sudah cetak ulang dan dalam waktu tujuh bulan mengalami cetak ulang ke-3. Novel ini menurut penulisnya berbentuk memoar, tetapi ada fiksionalisasi yang terjadi. Dia menyebut sebagai memoar yang dikemas dengan sastra dengan tambahan latar belakang sosiokultural.
Melalui novel ini, Andrea Hirata dianggap telah memberi warna jagad sastra dan pernovelan di Indonesia di tengah-tengah dahaganya pembaca terhadap karya-karya bermutu. Novel ini disebut sebagai penginspirasi banyak orang.
Pria yang gemar memakai topi baret ini menempuh pendidikan sarjana di jurusan Ekonomi Universitas Indonesia. Setelah lulus dari UI, anak kelima dari pasangan Seman Said Harun Hirata dan Masturah ini mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri.
Andrea Hirata berhasil menjadi mahasiswa di Universite de Paris, Sorbonne, Prancis dan Sheffield Hallam University, United Kingdom. Tak hanya berhasil kuliah gratis di luar negeri namun tesisnya di bidang ekonomi telekomunikasi kini telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia dan terbit sebagai buku acuan teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia.
Andrea Hirata berhasil menulis sebuah novel yang dalam seminggu terbit sudah cetak ulang dan dalam waktu tujuh bulan mengalami cetak ulang ke-3. Novel ini menurut penulisnya berbentuk memoar, tetapi ada fiksionalisasi yang terjadi. Dia menyebut sebagai memoar yang dikemas dengan sastra dengan tambahan latar belakang sosiokultural.
Melalui novel ini, Andrea Hirata dianggap telah memberi warna jagad sastra dan pernovelan di Indonesia di tengah-tengah dahaganya pembaca terhadap karya-karya bermutu. Novel ini disebut sebagai penginspirasi banyak orang.
Lihat Juga :