Luruskan Miskonsepsi Kurikulum Merdeka, Kemendikbudristek Jelaskan Lima Poin Penting
Jum'at, 22 Juli 2022 - 18:53 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kemendikbudristek Tegaskan Implementasi Kurikulum Merdeka tetap Berjalan Sesuai Rencana
Keempat, lanjut Anindito, terkait Kurikulum Merdeka yang dinilai bisa instan. Padahal, penting untuk diperhatikan agar terus melakukan penerapan siklus belajar dan direfleksikan. Sedangkan kelima, kata Anindito, terkait Kurikulum Merdeka yang hanya bisa diterapkan di sekolah dengan fasilitas lengkap.
“Justru Kurikulum Merdeka fleksibel sehingga bisa diterjemahkan dan diturunkan serta diterapkan di manapun, dioperasionalkan menjadi kurikulum yang dibutuhkan sekolah-sekolah yang ada di pelosok dengan fasilitas minim,” terangnya.
Anindito menambahkan, prinsip utama Kurikulum Merdeka, ialah berorientasi pada murid dengan memprioritaskan tumbuh kembang anak secara utuh. Sehingga, hadirnya Kurikulum tersebut bertujuan memudahkan dan mendorong guru mencapai tujuan tersebut.
"Misalnya berfokus pada materi esensial, jadi materi tiap mata pelajaran lebih sedikit sehingga guru tidak perlu terburu-buru dalam mengajar. Guru bisa menggunakan metode yang lebih interaktif, lebih mendalam, dan lebih menyenangkan," pungkasnya.
Keempat, lanjut Anindito, terkait Kurikulum Merdeka yang dinilai bisa instan. Padahal, penting untuk diperhatikan agar terus melakukan penerapan siklus belajar dan direfleksikan. Sedangkan kelima, kata Anindito, terkait Kurikulum Merdeka yang hanya bisa diterapkan di sekolah dengan fasilitas lengkap.
“Justru Kurikulum Merdeka fleksibel sehingga bisa diterjemahkan dan diturunkan serta diterapkan di manapun, dioperasionalkan menjadi kurikulum yang dibutuhkan sekolah-sekolah yang ada di pelosok dengan fasilitas minim,” terangnya.
Anindito menambahkan, prinsip utama Kurikulum Merdeka, ialah berorientasi pada murid dengan memprioritaskan tumbuh kembang anak secara utuh. Sehingga, hadirnya Kurikulum tersebut bertujuan memudahkan dan mendorong guru mencapai tujuan tersebut.
"Misalnya berfokus pada materi esensial, jadi materi tiap mata pelajaran lebih sedikit sehingga guru tidak perlu terburu-buru dalam mengajar. Guru bisa menggunakan metode yang lebih interaktif, lebih mendalam, dan lebih menyenangkan," pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :