Dorong Bakat Seni Anak, Kemendikbudristek Gelar Senandung untuk Sahabat
Senin, 25 Juli 2022 - 14:03 WIB
loading...
A
A
A
“Kita harus siapkan ruang kreasi dan dukung anak-anak kita. Kita perlu tingkatkan kepedulian dan partisipasi untuk menjamin pemenuhan hak anak-anak untuk hidup, tumbuh dan berkembang sesuai dengan harkat dan martabatnya serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi,” pesan Sesditjen Kebudayaan.
KILA akan menyajikan tema yang berbeda-beda setiap tahunnya. Khusus pada gelaran tahun ini, dua dari tiga dosa besar yang kerap terjadi di dunia pendidikan, yaitu perundungan dan intoleransi, dipilih menjadi tema wajib untuk para peserta lomba cipta lagu anak. Minat para pendaftar setiap tahunnya terus meningkat.
Pada tahun 2020 ada 1.295 orang pendaftar, tahun 2021 ada 2.389, dan tahun 2022 ada 3.317 pendaftar. Dari ribuan pendaftar tersebut untuk tahun ini saja tercatat hanya 478 peserta yang berkasnya lengkap dan berhak mengikuti berbagai tahapan seleksi KILA selanjutnya.
Dalam laporannya, Direktur Perfilman, Musik, dan Media, Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek Ahmad Mahendra mengatakan, Pentas KILA 2022 menjadi ajang apresiasi bagi para pemenang melahirkan karya-karya baru sekaligus menyosialisasikannya.
Baca juga: Top! Pelajar Indonesia Sabet Empat Medali di Olimpiade Internasional Geografi
“Para peserta lomba cipta lagu menghadirkan karya-karya terbaik mereka dengan membawa misi komunikasi positif tentang permasalahan besar yang kerap terjadi di dunia pendidikan, yaitu perundungan dan sikap intoleransi,” ucapnya.
Ke depan, melihat kondisi pandemi Covid-19 yang mulai terkendali Dit. PMM akan melanjutkan sosialisasi lagu-lagu karya pemenang lomba KILA ke beberapa daerah di Indonesia. Untuk keperluan tersebut, tahun ini KILA bersama para mitra pendukung di berbagai daerah telah menyambangi kota Madiun, Yogyakarta, Bandung, Depok dan Samarinda.
“Kita akan diskusikan bersama bagaimana agar guru-guru nantinya bisa mengajarkan lagu-lagu ciptaan anak-anak ini kepada peserta didik di sekolah,” ucap Direktur Mahendra mengutip arahan Franka Nadiem Makarim yang mendorong agar semakin banyak anak-anak di Indonesia yang menyanyikan lagu bermuatan positif dan sesuai dengan usia mereka.
KILA akan menyajikan tema yang berbeda-beda setiap tahunnya. Khusus pada gelaran tahun ini, dua dari tiga dosa besar yang kerap terjadi di dunia pendidikan, yaitu perundungan dan intoleransi, dipilih menjadi tema wajib untuk para peserta lomba cipta lagu anak. Minat para pendaftar setiap tahunnya terus meningkat.
Pada tahun 2020 ada 1.295 orang pendaftar, tahun 2021 ada 2.389, dan tahun 2022 ada 3.317 pendaftar. Dari ribuan pendaftar tersebut untuk tahun ini saja tercatat hanya 478 peserta yang berkasnya lengkap dan berhak mengikuti berbagai tahapan seleksi KILA selanjutnya.
Dalam laporannya, Direktur Perfilman, Musik, dan Media, Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek Ahmad Mahendra mengatakan, Pentas KILA 2022 menjadi ajang apresiasi bagi para pemenang melahirkan karya-karya baru sekaligus menyosialisasikannya.
Baca juga: Top! Pelajar Indonesia Sabet Empat Medali di Olimpiade Internasional Geografi
“Para peserta lomba cipta lagu menghadirkan karya-karya terbaik mereka dengan membawa misi komunikasi positif tentang permasalahan besar yang kerap terjadi di dunia pendidikan, yaitu perundungan dan sikap intoleransi,” ucapnya.
Ke depan, melihat kondisi pandemi Covid-19 yang mulai terkendali Dit. PMM akan melanjutkan sosialisasi lagu-lagu karya pemenang lomba KILA ke beberapa daerah di Indonesia. Untuk keperluan tersebut, tahun ini KILA bersama para mitra pendukung di berbagai daerah telah menyambangi kota Madiun, Yogyakarta, Bandung, Depok dan Samarinda.
“Kita akan diskusikan bersama bagaimana agar guru-guru nantinya bisa mengajarkan lagu-lagu ciptaan anak-anak ini kepada peserta didik di sekolah,” ucap Direktur Mahendra mengutip arahan Franka Nadiem Makarim yang mendorong agar semakin banyak anak-anak di Indonesia yang menyanyikan lagu bermuatan positif dan sesuai dengan usia mereka.
Lihat Juga :