Literasi Digital di Sekolah, Ratusan Guru Ikuti Webinar Makin Cakap Digital 2022
Kamis, 28 Juli 2022 - 01:24 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Top! Pelajar Indonesia Sabet Empat Medali di Olimpiade Internasional Geografi
Acara dibuka oleh Dirjen Aptika Kominfo, Samuel Abrijani Pangerapan. Dalam paparannya, dia menegaskan bahwa diperlukan kolaborasi yang baik, agar literasi masyarakat yang tertinggal dapat diproses di percepatan transformasi digital ini.
“Oleh karena itu, diperlukan peran guru dalam membantu masyarakat Indonesia senantiasa waspada dalam rekam jejak digital di Internet,” ujar Dirjen Aptika Kominfo, Samuel Abrijani Pangerapan dalam keterangan pers, Selasa (26/7/2022).
Pada kegiatan webinar ini, Dekan Fakultas Komunikasi Universitas Putra Cianjur (UNPI) serta Media and Campaign Director Next Generation Indonesia, Astri Dwi Andriani menyampaikan informasi mengenai netiket.
Di antaranya etika berkomunikasi dalam media sosial dengan menyeleksi dan menganalisis informasi, membentengi diri dari tindakan negatif dalam platform digital, memproduksi, dan mendistribusikan informasi di platform digital.
Kemudian menerapkan metode THINK before posting (True, Healthful, Illegal, Necessary, Kindness) agar dapat memanusiakan manusia dengan menggunakan internet secara bijak dan dapat menggunakan dunia maya dengan menerapkan netiket dengan aman dan nyaman.
Acara dibuka oleh Dirjen Aptika Kominfo, Samuel Abrijani Pangerapan. Dalam paparannya, dia menegaskan bahwa diperlukan kolaborasi yang baik, agar literasi masyarakat yang tertinggal dapat diproses di percepatan transformasi digital ini.
“Oleh karena itu, diperlukan peran guru dalam membantu masyarakat Indonesia senantiasa waspada dalam rekam jejak digital di Internet,” ujar Dirjen Aptika Kominfo, Samuel Abrijani Pangerapan dalam keterangan pers, Selasa (26/7/2022).
Pada kegiatan webinar ini, Dekan Fakultas Komunikasi Universitas Putra Cianjur (UNPI) serta Media and Campaign Director Next Generation Indonesia, Astri Dwi Andriani menyampaikan informasi mengenai netiket.
Di antaranya etika berkomunikasi dalam media sosial dengan menyeleksi dan menganalisis informasi, membentengi diri dari tindakan negatif dalam platform digital, memproduksi, dan mendistribusikan informasi di platform digital.
Kemudian menerapkan metode THINK before posting (True, Healthful, Illegal, Necessary, Kindness) agar dapat memanusiakan manusia dengan menggunakan internet secara bijak dan dapat menggunakan dunia maya dengan menerapkan netiket dengan aman dan nyaman.
Lihat Juga :