Literasi Digital, Dosen UBL Ajak Publik Kritis terhadap Informasi Viral yang Beredar
Rabu, 27 Juli 2022 - 23:43 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ini 6 Jurusan Paling Diminati di PKN STAN, Nomor 1 Jadi Buruan Utama Calon Mahasiswa
“Peningkatan penggunaan teknologi perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan produktif, bijak, dan tepat guna,” ujar Dirjen Aptika Kominfo, Samuel Abrijani Pangerapan, dalam sambutan webinar.
Maka berdasarkan kutipan tersebut semakin ditegaskan bahwa dalam memanfaatkan teknologi atau berita yang ada, kita perlu semakin bijak agar berita yang tersebar oleh kita dapat tepat guna.
Dalam kegiatan ini, Bentang Febrylian, selaku pemeriksa fakta dengan berselancar di dunia maya untuk mencari kebenaran dari sebuah informasi mengutarakan tentang Sindrom Fomo dan dampaknya. Diawali dengan ruang lingkup etika lalu dilanjutkan dengan apa itu Fomo, dampak Fomo, hingga cara mengatasinya.
Semua itu agar para peserta menyadari bahwa terus mengikuti Fomo bukan hal yang bijak. Para serta diinformasikan agar mengelola atensi yang sebelumnya ke orang lain menjadi ke diri sendiri.
Berhenti membandingkan diri dengan orang lain dan membatasi penggunaan sosial media. Membuat skala prioritas dengan menanyakan apakah kegiatan tersebut memberikan manfaat. Selanjutnya tetap bersyukur dan mendukung berbagai bentuk kemajuan dalam bidang teknologi dan pengetahuan, tetapi semua harus demi mengangkat derajat manusia, sebab etika ada karena kita adalah manusia.
“Peningkatan penggunaan teknologi perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan produktif, bijak, dan tepat guna,” ujar Dirjen Aptika Kominfo, Samuel Abrijani Pangerapan, dalam sambutan webinar.
Maka berdasarkan kutipan tersebut semakin ditegaskan bahwa dalam memanfaatkan teknologi atau berita yang ada, kita perlu semakin bijak agar berita yang tersebar oleh kita dapat tepat guna.
Dalam kegiatan ini, Bentang Febrylian, selaku pemeriksa fakta dengan berselancar di dunia maya untuk mencari kebenaran dari sebuah informasi mengutarakan tentang Sindrom Fomo dan dampaknya. Diawali dengan ruang lingkup etika lalu dilanjutkan dengan apa itu Fomo, dampak Fomo, hingga cara mengatasinya.
Semua itu agar para peserta menyadari bahwa terus mengikuti Fomo bukan hal yang bijak. Para serta diinformasikan agar mengelola atensi yang sebelumnya ke orang lain menjadi ke diri sendiri.
Berhenti membandingkan diri dengan orang lain dan membatasi penggunaan sosial media. Membuat skala prioritas dengan menanyakan apakah kegiatan tersebut memberikan manfaat. Selanjutnya tetap bersyukur dan mendukung berbagai bentuk kemajuan dalam bidang teknologi dan pengetahuan, tetapi semua harus demi mengangkat derajat manusia, sebab etika ada karena kita adalah manusia.
Lihat Juga :