Ciptakan SDM Unggul, Minat dan Bakat Siswa Perlu Dimaksimalkan Sejak Dini
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 16:28 WIB
loading...
A
A
A
“Mulai dari pengenalan literasi dan angka, kegiatan menjelajah di alam terbuka, hingga memanfaatkan kecanggihan teknologi dan menggunakannya untuk berkarya, di tahap ini SWA mendorong setiap anak untuk terlibat dalam seluruh aktivitas sembari mencari hal yang menjadi minat dan bakatnya,” kata Deddy.
Berlanjut di tahap sekolah dasar, program ini akan diterapkan dengan cara mempelajari dan menganalisa perkembangan setiap siswa untuk kemudian menjadi basis data yang digunakan tim akademis dalam memberikan dukungan tambahan sesuai dengan apa yang masing-masing siswa butuhkan secara personal.
Dukungan tambahan yang dimaksud berupa mata pelajaran akhir setiap harinya, atau yang disebut oleh SWA dengan istilah “9th Period”, yang materinya bisa dipilih oleh setiap siswa secara berbeda sesuai kebutuhannya atau kemahirannya.
“Untuk 9th Period, pihak sekolah akan memberikan rekomendasi pada orang tua mengenai mata pelajaran terbaik yang sesuai dengan anaknya. Contohnya jika ada anak yang kurang baik di bahasa Inggris, di mata pelajaran terakhir ini, sekolah akan merekomendasikannya untuk mengambil bahasa Inggris. Sebaliknya jika ada anak yang sangat mahir di matematika, maka sekolah akan merekomendasikannya mengambil matematika tingkat atas untuk olimpiade agar ia bisa mengasah kemampuannya lebih lagi,” terangnya.
Baca juga: Bersaing dengan 41 Negara, Pelajar Indonesia Raih Prestasi di Olimpiade Ekonomi Internasional
“Di tahap sekolah dasar juga, jiwa kompetitif anak mulai dipupuk secara rutin melalui kegiatan proyek dan kompetisi rutin baik di dalam maupun di luar sekolah.”
Pihaknya juga menyediakan konselor yang khusus memberikan dukungan pada setiap siswa untuk memilih mata pelajaran, ekstrakurikuler, hingga sertifikasi di luar sekolah yang sesuai minat bakatnya. Dukungan yang sama baiknya akan diberikan untuk para siswa yang sebelumnya sekolah di SWA, maupun siswa yang baru pindah dari sekolah lain ke SWA.
Berlanjut di tahap sekolah dasar, program ini akan diterapkan dengan cara mempelajari dan menganalisa perkembangan setiap siswa untuk kemudian menjadi basis data yang digunakan tim akademis dalam memberikan dukungan tambahan sesuai dengan apa yang masing-masing siswa butuhkan secara personal.
Dukungan tambahan yang dimaksud berupa mata pelajaran akhir setiap harinya, atau yang disebut oleh SWA dengan istilah “9th Period”, yang materinya bisa dipilih oleh setiap siswa secara berbeda sesuai kebutuhannya atau kemahirannya.
“Untuk 9th Period, pihak sekolah akan memberikan rekomendasi pada orang tua mengenai mata pelajaran terbaik yang sesuai dengan anaknya. Contohnya jika ada anak yang kurang baik di bahasa Inggris, di mata pelajaran terakhir ini, sekolah akan merekomendasikannya untuk mengambil bahasa Inggris. Sebaliknya jika ada anak yang sangat mahir di matematika, maka sekolah akan merekomendasikannya mengambil matematika tingkat atas untuk olimpiade agar ia bisa mengasah kemampuannya lebih lagi,” terangnya.
Baca juga: Bersaing dengan 41 Negara, Pelajar Indonesia Raih Prestasi di Olimpiade Ekonomi Internasional
“Di tahap sekolah dasar juga, jiwa kompetitif anak mulai dipupuk secara rutin melalui kegiatan proyek dan kompetisi rutin baik di dalam maupun di luar sekolah.”
Pihaknya juga menyediakan konselor yang khusus memberikan dukungan pada setiap siswa untuk memilih mata pelajaran, ekstrakurikuler, hingga sertifikasi di luar sekolah yang sesuai minat bakatnya. Dukungan yang sama baiknya akan diberikan untuk para siswa yang sebelumnya sekolah di SWA, maupun siswa yang baru pindah dari sekolah lain ke SWA.
Lihat Juga :