Seminar Ukrida Bahas Tantangan Perguruan Tinggi di Era Disrupsi
Senin, 08 Agustus 2022 - 17:31 WIB
loading...
A
A
A
Rob McCleland mengubah perspektif kata “disrupt”, mengguncang atau mengganggu, yang berkonotasi negatif, menjadi hal yang harus dihadapi dengan sikap positif berdasarkan ajaran Tuhan. Hal demikian juga yang seyogyanya menjadi sikap para pemimpin pendidikan tinggi Kristen dengan tekad untuk maju dan bertumbuh bersama.
Kepala LLDIKTI Wilayah III Jakarta, Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani melalui sambutannya secara online menyambut gembira diadakannya seminar ini karena menjadi bukti Ukrida terus meningkatkan dan memperluas kolaborasinya guna meningkatkan kualitas pendidikan.
Selain itu, dia juga mengatakan, lima kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka terus menjadi fokus dalam upaya transformasi pendidikan. “Pertama, peningkatan kualitas dosen, termasuk peningkatan peran dalam proses pembelajaran partisipatif,” katanya, melalui siaran pers, Senin (8/8/2022).
Baca juga: KIP Kuliah Wajib Tepat Sasaran, Ini yang Harus Dilakukan Kampu s
Kedua, peningkatan relevansi pendidikan tinggi dengan situasi saat ini, dan memanggil para praktisi untuk ikut mengajar di perguruan tinggi. Ketiga, peningkatan partisipasi bagi perguruan tinggi dengan program studi terakreditasi A untuk menyiapkan
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Kepala LLDIKTI Wilayah III Jakarta, Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani melalui sambutannya secara online menyambut gembira diadakannya seminar ini karena menjadi bukti Ukrida terus meningkatkan dan memperluas kolaborasinya guna meningkatkan kualitas pendidikan.
Selain itu, dia juga mengatakan, lima kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka terus menjadi fokus dalam upaya transformasi pendidikan. “Pertama, peningkatan kualitas dosen, termasuk peningkatan peran dalam proses pembelajaran partisipatif,” katanya, melalui siaran pers, Senin (8/8/2022).
Baca juga: KIP Kuliah Wajib Tepat Sasaran, Ini yang Harus Dilakukan Kampu s
Kedua, peningkatan relevansi pendidikan tinggi dengan situasi saat ini, dan memanggil para praktisi untuk ikut mengajar di perguruan tinggi. Ketiga, peningkatan partisipasi bagi perguruan tinggi dengan program studi terakreditasi A untuk menyiapkan
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Lihat Juga :