Mahasiswi UGM Masuk Daftar 41 Peneliti Muda Peraih Beasiswa Bayer Foundation-Germany
Jum'at, 12 Agustus 2022 - 15:54 WIB
loading...
A
A
A
“Sebagai seorang ibu dari dua anak, fokus utama saya adalah kesehatan keluarga saya terutama anak-anak. Pengaruh lockdown ini jelas memberikan dampak negatif bagi kesehatan fisik dan mental anak-anak,” dikutip dari laman resmi UGM, Jumat (12/8/2022).
Tiara menyampaikan, ketika studi awal anak-anak tidak banyak berkontribusi terhadap penyebaran virus ini. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa anak-anak mampu menyebarkan infeksi. Selain itu, juga diketahui bahwa beberapa bakteri oportunistik di saluran pernapasan bagian atas berperan penting dalam tingkat morbiditas pasien, salah satunya S. pneumoniae.
“Sebagai peneliti, kita perlu mengembangkan pengetahuan melalui riset yang tepat sasaran untuk masa depan anak-anak kita, karena merekalah yang nantinya akan meneruskan estafet kepemimpinan bangsa,” ujarnya.
Dalam pandemi influenza sebelumnya, S. pneumoniae adalah bakteri yang paling banyak ditemukan pada pasien yang meninggal akibat pneumonia. Indonesia merupakan negara dengan penderita pneumonia terbesar ke-6 di dunia, namun data mengenai penyebaran pneumococcus di Indonesia masih minim.
“Penelitian ini juga berkolaborasi dengan Pusat Riset Biologi Molekular Eijkman - BRIN, yang telah banyak berkontribusi dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Indonesia. Tujuannya untuk mendeteksi keberadaan S. pneumoniae pada saluran pernafasan bagian atas dan memahami akibat ko-infeksi bakteri ini terhadap infeksi virus Covid-19,” tuturnya.
Baca juga: 12.420 Mahasiswa Program PMM Belajar Satu Semester di 138 Kampus
Tiara menyampaikan, ketika studi awal anak-anak tidak banyak berkontribusi terhadap penyebaran virus ini. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa anak-anak mampu menyebarkan infeksi. Selain itu, juga diketahui bahwa beberapa bakteri oportunistik di saluran pernapasan bagian atas berperan penting dalam tingkat morbiditas pasien, salah satunya S. pneumoniae.
“Sebagai peneliti, kita perlu mengembangkan pengetahuan melalui riset yang tepat sasaran untuk masa depan anak-anak kita, karena merekalah yang nantinya akan meneruskan estafet kepemimpinan bangsa,” ujarnya.
Dalam pandemi influenza sebelumnya, S. pneumoniae adalah bakteri yang paling banyak ditemukan pada pasien yang meninggal akibat pneumonia. Indonesia merupakan negara dengan penderita pneumonia terbesar ke-6 di dunia, namun data mengenai penyebaran pneumococcus di Indonesia masih minim.
“Penelitian ini juga berkolaborasi dengan Pusat Riset Biologi Molekular Eijkman - BRIN, yang telah banyak berkontribusi dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Indonesia. Tujuannya untuk mendeteksi keberadaan S. pneumoniae pada saluran pernafasan bagian atas dan memahami akibat ko-infeksi bakteri ini terhadap infeksi virus Covid-19,” tuturnya.
Baca juga: 12.420 Mahasiswa Program PMM Belajar Satu Semester di 138 Kampus
Lihat Juga :