Cerita Kuliah UGM Tempo Dulu, Mahasiswa Datang Jam 6 Pagi untuk Dapat Bangku di Depan
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 10:46 WIB
loading...
A
A
A
Ia menjelaskan, pameran diselenggarakan dalam rangka memperingati Dies Natalis Arsip UGM ke-18. Pameran juga diadakan untuk menyambut tahun ajaran baru UGM yang dimulai pertengahan Agustus 2022.
“Lewat pameran ini kita ingin mengajak mahasiswa untuk sejenak melihat potret kuliah di zaman dulu. Mahasiswa kala itu juga menghadapi tantangan dan kesulitan pada zamannya, namun tetap berhasil melewatinya dan harapannya mahasiswa saat ini juga bisa melewati berbagai tantangan yang ada,” paparnya.
Lebih lanjut ia menceritakan pada awal berdirinya UGM, kegiatan perkuliahan diselenggarakan dengan segala keterbatasan. Perkuliahan dilaksanakan tidak terpusat di satu lokasi, tetapi tersebar di sejumlah tempat yang berada di kompleks Keraton Yogyakarta, Ngasem, Mangkubumen, Kadipaten, dan Jetis.
Dalam Laporan Tahunan Rektor UGM tahun 1950-an diceritakan kondisi perkuliahan saat itu. Di Kampus Kadipaten, kamar kereta disulap menjadi poliklinik, kamar penjaga menjadi laboratorium bakteriologi, kamar pelayan menjadi laboratorium kimia, dan kandang kuda menjadi rumah sakit. Sitihinggil dan Pagelaran dirombak menjadi aula, ruang kuliah, dan kantor Fakultas HESP.
Sementara perkuliahan di Sitihinggil menampung 1.000 mahasiswa. Dengan jumlah mahasiswa yang cukup besar dan tempat terbuka membuat dosen kesulitan saat memberi ujian dan tentamen. Alhasil, para mahasiswa harus berdesakan untuk mendapatkan tempat.
“Lewat pameran ini kita ingin mengajak mahasiswa untuk sejenak melihat potret kuliah di zaman dulu. Mahasiswa kala itu juga menghadapi tantangan dan kesulitan pada zamannya, namun tetap berhasil melewatinya dan harapannya mahasiswa saat ini juga bisa melewati berbagai tantangan yang ada,” paparnya.
Lebih lanjut ia menceritakan pada awal berdirinya UGM, kegiatan perkuliahan diselenggarakan dengan segala keterbatasan. Perkuliahan dilaksanakan tidak terpusat di satu lokasi, tetapi tersebar di sejumlah tempat yang berada di kompleks Keraton Yogyakarta, Ngasem, Mangkubumen, Kadipaten, dan Jetis.
Dalam Laporan Tahunan Rektor UGM tahun 1950-an diceritakan kondisi perkuliahan saat itu. Di Kampus Kadipaten, kamar kereta disulap menjadi poliklinik, kamar penjaga menjadi laboratorium bakteriologi, kamar pelayan menjadi laboratorium kimia, dan kandang kuda menjadi rumah sakit. Sitihinggil dan Pagelaran dirombak menjadi aula, ruang kuliah, dan kantor Fakultas HESP.
Sementara perkuliahan di Sitihinggil menampung 1.000 mahasiswa. Dengan jumlah mahasiswa yang cukup besar dan tempat terbuka membuat dosen kesulitan saat memberi ujian dan tentamen. Alhasil, para mahasiswa harus berdesakan untuk mendapatkan tempat.
Lihat Juga :