Mahasiswa Unair Ciptakan Ring Jantung Bioreseorbable Atasi Penyakit Akibat Kolesterol
Jum'at, 19 Agustus 2022 - 09:27 WIB
loading...
Tim mahasiswa Unair yang menciptakan ring jantung bioreseorbable. Foto/Tangkap layar laman Unair.
A
A
A
JAKARTA - Empat mahasiswa Teknik Biomedis Universitas Airlangga (Unair) membuat inovasi berupa stent yang bersifat Bioreseorbable (mudah terserap). I novasi ini diciptakan untuk mengatasi penyakit aterosklerosis.
Aterosklerosis merupakan masalah kesehatan yang diakibatkan oleh penumpukan kolesterol pada pembuluh darah arteri. Hal ini bisa memicu beberapa penyakit serius seperti serangan jantung dan stroke akibat tersumbatnya aliran darah dalam tubuh.
Umumnya, jika gejala aterosklerosis muncul bisa diobati dengan pemberian obat. Namun, jika sudah parah harus ada prosedur untuk menanganinya, salah satunya dengan pemasangan ring jantung (stent).
Baca juga: Universitas Bakrie Tambah Guru Besar Baru di Bidang Ilmu Studi Media dan Budaya
Atas dasar inilah, keempat mahasiswa itu membuat stent bioreseorbable dari Polylactic Acid/Polycaprolactone (PLA/PLC). Ketua Tim Cakra Abdillah menjelaskan, inovasi tersebut berangkat dari ia yang mendapati salah satu keluarganya yang menjalani operasi pemasangan stent.
“Dari sana saya mulai tertarik untuk mendalami stent karena kebetulan saya juga dari Teknik Biomedik yang juga pernah mempelajari itu,” ungkapnya, dikutip dari laman Unair, Jumat (19/8/2022).
Cakra mengungkapkan, dengan penggunaan bahan berupa PLA/PLC memungkinkan stent yang terpasang ini nantinya bisa secara otomatis terdegradasi dalam tubuh. “Sehingga ketika pembuluh darah sudah normal, stent tidak mengganggu aliran darah,” jelasnya.
Aterosklerosis merupakan masalah kesehatan yang diakibatkan oleh penumpukan kolesterol pada pembuluh darah arteri. Hal ini bisa memicu beberapa penyakit serius seperti serangan jantung dan stroke akibat tersumbatnya aliran darah dalam tubuh.
Umumnya, jika gejala aterosklerosis muncul bisa diobati dengan pemberian obat. Namun, jika sudah parah harus ada prosedur untuk menanganinya, salah satunya dengan pemasangan ring jantung (stent).
Baca juga: Universitas Bakrie Tambah Guru Besar Baru di Bidang Ilmu Studi Media dan Budaya
Atas dasar inilah, keempat mahasiswa itu membuat stent bioreseorbable dari Polylactic Acid/Polycaprolactone (PLA/PLC). Ketua Tim Cakra Abdillah menjelaskan, inovasi tersebut berangkat dari ia yang mendapati salah satu keluarganya yang menjalani operasi pemasangan stent.
“Dari sana saya mulai tertarik untuk mendalami stent karena kebetulan saya juga dari Teknik Biomedik yang juga pernah mempelajari itu,” ungkapnya, dikutip dari laman Unair, Jumat (19/8/2022).
Cakra mengungkapkan, dengan penggunaan bahan berupa PLA/PLC memungkinkan stent yang terpasang ini nantinya bisa secara otomatis terdegradasi dalam tubuh. “Sehingga ketika pembuluh darah sudah normal, stent tidak mengganggu aliran darah,” jelasnya.
Lihat Juga :