Kisah Perjuangan Syifa, Driver Ojek Online yang Kuliah Teknik hingga Jadi Manager IT

Sabtu, 20 Agustus 2022 - 09:33 WIB
loading...
Kisah Perjuangan Syifa, Driver Ojek Online yang Kuliah Teknik hingga Jadi Manager IT
Lulusan Bangkit 2021 Syifa Nur Aini. Foto/Image Dynamics.
A A A
JAKARTA - Syifa Nur Aini (25) adalah salah satu perempuan lulusan Bangkit 2021 asal Bekasi, Jawa Barat alumni Universitas Bakrie, jurusan Teknik Informatika. Syifa berjuang kuliah sambil bekerja menjadi mitra ojek online hingga sukses menjadi manager di bidang IT.

Sebagai anak pertama dan memiliki dua adik, Syifa mengemban tanggung jawab untuk menjadi driver GoJek sambil berkuliah, meski hal ini menghambat masa studinya menjadi lebih lama dari biasanya karena tidak bisa mengambil SKS sebanyak teman-temannya.

Baca juga: Perbanas Institute-IPB Kolaborasi Hadapi Tantangan Dunia Usaha dan Dunia Industri

Namun kondisi tersebut tidak menjadi halangan besar bagi Syifa untuk terus berjuang dalam hidupnya. Syifa terus bersemangat untuk bekerja di bidang IT dengan mengikuti kelas Bangkit di tengah kesibukannya.

“Biasanya, saya bangun pukul 5 pagi untuk menjadi mitra ojek online, setelahnya mengikuti kegiatan di kampus atau mengikuti kelas Bangkit. Kemudian dari jam 5 sore sampai jam 11 malam, saya bekerja sebagai IT Support paruh waktu di Trapo, Indonesia. Saya nggak malu, justru senang bisa membantu keluarga dan belajar banyak dari kegiatan yang padat," katanya, melalui siaran pers, Sabtu (20/8/2022).

Di Bangkit, Syifa memilih kelas Machine Learning dengan capstone project membuat perangkat identifikasi tingkat kematangan buah dan lulus mendapatkan sertifikasi TensorFlow Developer. Setelah lulus dari Bangkit tahun lalu, kini Syifa berprofesi sebagai IT Manager di Trapo Indonesia, perusahaan aksesori mobil yang sayap usahanya sampai Asia Tenggara.

Banyak hasil pembelajaran selama satu semester dari Bangkit yang mendukung karier Syifa saat ini. Mulai dari soft skill seperti beradaptasi, komunikasi profesional, kepemimpinan, terutama mengatur waktu karena para peserta dituntut untuk terus mencoba sebelum mengatakan 'Saya tidak bisa melakukannya'. Selain itu juga hard skill seperti cara menangani proyek dan menguji software.

Syifa berpesan, jangan pernah membatasi diri untuk belajar dan berkarier di bidang teknologi meskipun perempuan, tetap harus memberikan kontribusi terbaik bagi bidang teknologi Indonesia. Berikut tips dari Syifa, bagi perempuan yang ingin berkarier di bidang teknologi:

Baca juga: Peneliti IPB University Kenalkan 2 Aplikasi Sains Komputasi

1. Memiliki rasa percaya diri yang tinggi
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1422 seconds (11.252#12.26)