Gagal SBMPTN Mau Ambil Gap Year? Ini Hal Penting yang Perlu Disiapkan

Sabtu, 20 Agustus 2022 - 14:11 WIB
loading...
Gagal SBMPTN Mau Ambil...
Simak hal penting apa saja yang perlu disiapkan untuk gap year. Foto/Zenius.
A A A
JAKARTA - Bagi calon mahasiswa yang belum berhasil lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( SBMPTN ), sebenarnya ada satu opsi yang dapat dipilih namun jarang menjadi pilihan utama. Yaitu mengambil gap year atau tahun jeda.

Gap year adalah sebuah periode di saat seseorang memutuskan untuk mengambil waktu rehat dari aktivitas pendidikan formalnya. Pelajar yang memilih tahun jeda biasanya memiliki alasan seperti ingin bekerja dulu, belum menemukan jurusan yang cocok untuk kuliah, atau karena kondisi ekonomi yang tidak mendukung untuk melanjutkan kuliah.

Baca juga: Simak Syarat Pendaftaran Uji Kompetensi Calon Penerima Beasiswa Al-Azhar Mesir

Di Indonesia sendiri, pilihan untuk mengambil gap year masih kurang familiar dan kurang dianggap wajar. Padahal ada beberapa tokoh dunia yang memilih untuk mengambil gap year, seperti Steve Jobs, JK Rowling, Benedict Cumberbatch, bahkan Albert Einstein.

Mengambil gap year sendiri juga dapat memberikan beberapa manfaat seperti mampu membuat siswa menjadi lebih matang dan dewasa dalam menentukan tujuan, memberikan waktu untuk self reflection, eksplorasi hal-hal baru, dan punya banyak waktu luang untuk mempersiapkan diri menghadapi UTBK di tahun berikutnya.

Namun, menjalani gap year tentunya juga harus dilakukan secara berkualitas. Waktu yang panjang akan berlalu secara sia-sia jika tidak diisi dengan hal-hal yang bermanfaat. Dikutip melalui siaran pers Zenius, Sabtu (20/8/2022), ini dua tips dalam menjalani gap year.

1. Merencanakan Kegiatan Gap Year

Langkah pertama, buatlah list hal-hal yang ingin dilakukan selama gap year lengkap bersama dengan jadwal kegiatannya.

Baca juga: Kisah 2 Maba Itera Terjauh dan Termuda, Dari Papua dan Berusia 15 Tahun

Dari segi non akademik, ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menambah pengalaman sekaligus meningkatkan soft skills yang mungkin sebelumnya tidak pernah dipelajari di sekolah.

Seperti menggunakan waktu gap year untuk menjadi relawan sebuah kegiatan, menjelajah ke tempat yang belum pernah dikunjungi, atau mencoba membangun usaha sendiri.

Beberapa hal lain yang juga bisa dilakukan untuk memberikan nilai tambah seperti mengikuti kursus bahasa asing, mendaftar magang, atau mencari pekerjaan sampingan.

2. Menjaga Komitmen selama Gap Year

Untuk menjaga komitmen, para pejuang gap year disarankan membuat roadmap untuk merencanakan kegiatan secara umum selama setahun ke depan. Sementara untuk evaluasi kegiatan setiap harinya dapat dilakukan melalui learning progress.

Selain dari dalam diri, coba jaga komitmen dengan mencari motivasi dari luar. Seperti menyeburkan diri dalam lingkungan yang juga memiliki fokus yang sama. Saat ini, ada banyak grup-grup belajar yang berfokus pada anak-anak gap year. baik offline maupun online yang dapat diikuti.

Bagi para pejuang gap year, Zenius telah meluncurkan gap year manual yang berisi panduan bagi siswa yang ingin mengambil gap year. Panduan ini berisi hal-hal penting yang perlu dilakukan oleh para pejuang gap year mulai dari mempersiapkan mental dan strategi belajar, melatih fundamental skills, hingga belajar UTBK.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
Kreasa Fest 2026 Jadi...
Kreasa Fest 2026 Jadi Ajang Mahasiswa Untar Perkenalkan Budaya Indonesia di Era Digital
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Indonesia-Prancis Sepakat...
Indonesia-Prancis Sepakat Perkuat Riset, Inovasi, dan Mobilitas Mahasiswa 2026
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Pelajari Investasi,...
Pelajari Investasi, Mahasiswa Universitas IBA Palembang & Universitas Tazkia Kunjungi MNC Sekuritas
Namanya Dicatut BEM...
Namanya Dicatut BEM Bersatu, FISIP Unas Tegaskan Tak Punya BEM Fakultas
Rekomendasi
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Berita Terkini
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
UNJ Expo 2026 Dibuka,...
UNJ Expo 2026 Dibuka, Hadirkan Pameran Inovasi, Tes Kesehatan, hingga Kuliner Nusantara
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Menag: Insentif Guru...
Menag: Insentif Guru Madrasah Non-ASN Akan Cair Akhir Juni 2026
Jadwal TKA SMA 2026...
Jadwal TKA SMA 2026 Resmi Dirilis, Simak Tips Jitu Raih Nilai Tertinggi
KIP Kuliah Jalur Seleksi...
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
Infografis
Perbedaan Amnesti dan...
Perbedaan Amnesti dan Abolisi, Ini Tokoh yang Pernah Mendapatkannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved