Mahasiswa UB Gagas Greeny Maternity Pads Guna Pemulihan Luka Pasca Bersalin
Selasa, 23 Agustus 2022 - 19:36 WIB
loading...
A
A
A
Greeny Maternity Pad dibuat dari ekstrak kental daun pegagan, lidah buaya dan teh hijau. “Ekstrak ini kemudian diformulasikan menjadi patch transdermal sederhana yang dapat dilekatkan pada pembalut, sehingga lebih efisien daripada tata laksana yang sudah ada, sehingga mempercepat penyembuhan luka,” imbuhnya.
Zat Tanin dalam teh berperan dalam menyumbat luka dan memberikan efek pengamanan antioksidan. Zat Flavonoid pada lidah buaya berperan dalam meningkatkan peredaran darah serta meredakan bengkak. Zat Saponin dalam teh meningkatkan sintesis kolagen sehingga membantu memperkecil area luka pada kulit, menghentikan perdarahan, sehingga menyebabkan luka tertutup. Di akhir, zat Asiaticoside pada pegagan berperan membuat luka menutup dengan sempurna.
Bentuk patch atau plester dipilih karena membantu penyerapan ketiga zat tersebut dengan maksimal. Hasil penelitian tim menunjukkan, formulasi patch dengan perbandingan 2:1:1. Teh sebagai zat dengan kandungan tertinggi memiliki efektivitas penyembuhan luka terbaik.
Baca juga: KPK Dorong Penguatan Pendidikan Antikorupsi di SMA dan Sederajat di Jabar
Hal ini dibuktikan melalui observasi luka sayatan yang direpresentasikan pada tubuh tikus di mana luka menutup hingga 100% hanya kurang dari 3 minggu yaitu 15 hari saja, dari penggunaan betadine sebagai tata laksana yang sudah ada yang pada hari yang sama proses penyembuhan lukanya masih berada pada 95%.
“Penggunaannya pun sangat mudah, nantinya patch luka diletakkan di dalam pembalut, sehingga ketika ibu nifas menggunakan pembalut tersebut, di saat yang bersamaan pula luka ibu akan menjadi cepat kering dan mencegah reaksi inflamasi, sehingga luka cepat menutup,” jelas Arantxa.
Zat Tanin dalam teh berperan dalam menyumbat luka dan memberikan efek pengamanan antioksidan. Zat Flavonoid pada lidah buaya berperan dalam meningkatkan peredaran darah serta meredakan bengkak. Zat Saponin dalam teh meningkatkan sintesis kolagen sehingga membantu memperkecil area luka pada kulit, menghentikan perdarahan, sehingga menyebabkan luka tertutup. Di akhir, zat Asiaticoside pada pegagan berperan membuat luka menutup dengan sempurna.
Bentuk patch atau plester dipilih karena membantu penyerapan ketiga zat tersebut dengan maksimal. Hasil penelitian tim menunjukkan, formulasi patch dengan perbandingan 2:1:1. Teh sebagai zat dengan kandungan tertinggi memiliki efektivitas penyembuhan luka terbaik.
Baca juga: KPK Dorong Penguatan Pendidikan Antikorupsi di SMA dan Sederajat di Jabar
Hal ini dibuktikan melalui observasi luka sayatan yang direpresentasikan pada tubuh tikus di mana luka menutup hingga 100% hanya kurang dari 3 minggu yaitu 15 hari saja, dari penggunaan betadine sebagai tata laksana yang sudah ada yang pada hari yang sama proses penyembuhan lukanya masih berada pada 95%.
“Penggunaannya pun sangat mudah, nantinya patch luka diletakkan di dalam pembalut, sehingga ketika ibu nifas menggunakan pembalut tersebut, di saat yang bersamaan pula luka ibu akan menjadi cepat kering dan mencegah reaksi inflamasi, sehingga luka cepat menutup,” jelas Arantxa.
Lihat Juga :