15 Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Para Introvert, Akuntansi hingga Sains
Rabu, 24 Agustus 2022 - 14:24 WIB
loading...
A
A
A
5. Jurnalistik
Jurusan Jurnalistik adalah ilmu yang mempelajari tentang cara memproduksi, mengumpulkan, menyeleksi, dan mengolah informasi yang memiliki nilai berita dengan akurat dan menarik. Di jurusan ini, kamu akan mempelajari berbagai bentuk jurnalisme baik itu dalam bentuk tulisan, visual, audio, atau audio visual.
Kamu juga akan belajar menyusun naskah, teknik mengambil dan memilih foto yang tepat untuk dijadikan bahan tulisan, hingga keahlian teknis seperti fotografi, editing, video, stenografi, dan desain website.
Baca juga: Indonesia Butuh 17 Juta Talenta Digital pada 2030, Ini yang Harus Dilakukan
6. Farmasi
Jurusan Farmasi adalah program studi yang berada di bawah payung ilmu medis. Pada dasarnya, farmasi merupakan gabungan antara ilmu kesehatan dan ilmu kimia. Selain ilmu mengenai kesehatan dan obat-obatan, kamu juga akan belajar tentang manajemen dan juga pemasaran untuk obat.
Di jurusan ini mahasiswa akan belajar mencampur, meracik, mengombinasi, menganalisis, atau menciptakan obat yang memenuhi standar kualitas dan kelayakan. Tak hanya meracik, kamu juga harus mengetahui bagaimana penggunaan obat-obatan tersebut secara aman.
Selain itu, dibutuhkan skill analisis yang baik agar kamu dapat mendeteksi bahan-bahan yang kira-kira dapat menjadi obat manusia dengan efek samping seminimal mungkin.
7. Sastra
Ini dia jurusan kuliah yang paling banyak dipilih oleh anak introvert. Tak heran, sebab jurusan ini erat kaitannya dengan hal-hal yang berbau dengan kepenulisan. Jurusan di bidang sastra sendiri cukup beragam, mulai dari Sastra Indonesia, Sastra Jerman, Sastra Inggris, dan berbagai sastra asing lainnya hingga sastra daerah.
Lulusan dari jurusan Sastra bisa terjun menjadi penulis. Nggak hanya menjadi penulis buku atau penulis puisi, kalian juga bisa bekerja menjadi Content Writer atau Copywriter.
8. Psikologi
Jurusan Psikologi adalah disiplin ilmu yang mempelajari mental, pikiran, dan perilaku manusia. Program studi ini juga meneliti alur pemikiran dan alasan dibalik perilaku dan tindakan manusia. Ilmu Psikologi sendiri terbagi menjadi beberapa cabang, yaitu Psikologi Klinis, Psikologi Perkembangan, Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Pendidikan, dan Psikologi Sosial.
Psikologi merupakan ilmu yang cukup luas dan menyangkut ilmu sains, sosial, dan juga humaniora. Oleh karena itu, di Indonesia sendiri ada kampus yang memasukkan Psikologi pada rumpun jurusan Soshum dan ada juga yang mengelompokkannya dalam rumpun Saintek.
9. Desain Grafis
Apakah kamu pribadi introvert yang suka menggambar? Sering menghabiskan waktu berjam-jam untuk menghasilkan suatu karya? Kalian bisa mengasah dan mengembangkan bakat ini dengan masuk ke jurusan Desain Grafis. Di jurusan ini, akan belajar mengenai teknik, penguasaan suatu program tertentu dan hal-hal lain terkait grafis.
Seorang Desainer Grafis biasanya lebih banyak menghabiskan waktu sendiri untuk mengeksplor ide-ide baru untuk pekerjaannya. Walaupun kamu tetap perlu berinteraksi dengan klien atau teman kerja saat menyelesaikan suatu projek, kebanyakan waktu bekerjamu akan dihabiskan sendiri.
Jurusan Jurnalistik adalah ilmu yang mempelajari tentang cara memproduksi, mengumpulkan, menyeleksi, dan mengolah informasi yang memiliki nilai berita dengan akurat dan menarik. Di jurusan ini, kamu akan mempelajari berbagai bentuk jurnalisme baik itu dalam bentuk tulisan, visual, audio, atau audio visual.
Kamu juga akan belajar menyusun naskah, teknik mengambil dan memilih foto yang tepat untuk dijadikan bahan tulisan, hingga keahlian teknis seperti fotografi, editing, video, stenografi, dan desain website.
Baca juga: Indonesia Butuh 17 Juta Talenta Digital pada 2030, Ini yang Harus Dilakukan
6. Farmasi
Jurusan Farmasi adalah program studi yang berada di bawah payung ilmu medis. Pada dasarnya, farmasi merupakan gabungan antara ilmu kesehatan dan ilmu kimia. Selain ilmu mengenai kesehatan dan obat-obatan, kamu juga akan belajar tentang manajemen dan juga pemasaran untuk obat.
Di jurusan ini mahasiswa akan belajar mencampur, meracik, mengombinasi, menganalisis, atau menciptakan obat yang memenuhi standar kualitas dan kelayakan. Tak hanya meracik, kamu juga harus mengetahui bagaimana penggunaan obat-obatan tersebut secara aman.
Selain itu, dibutuhkan skill analisis yang baik agar kamu dapat mendeteksi bahan-bahan yang kira-kira dapat menjadi obat manusia dengan efek samping seminimal mungkin.
7. Sastra
Ini dia jurusan kuliah yang paling banyak dipilih oleh anak introvert. Tak heran, sebab jurusan ini erat kaitannya dengan hal-hal yang berbau dengan kepenulisan. Jurusan di bidang sastra sendiri cukup beragam, mulai dari Sastra Indonesia, Sastra Jerman, Sastra Inggris, dan berbagai sastra asing lainnya hingga sastra daerah.
Lulusan dari jurusan Sastra bisa terjun menjadi penulis. Nggak hanya menjadi penulis buku atau penulis puisi, kalian juga bisa bekerja menjadi Content Writer atau Copywriter.
8. Psikologi
Jurusan Psikologi adalah disiplin ilmu yang mempelajari mental, pikiran, dan perilaku manusia. Program studi ini juga meneliti alur pemikiran dan alasan dibalik perilaku dan tindakan manusia. Ilmu Psikologi sendiri terbagi menjadi beberapa cabang, yaitu Psikologi Klinis, Psikologi Perkembangan, Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Pendidikan, dan Psikologi Sosial.
Psikologi merupakan ilmu yang cukup luas dan menyangkut ilmu sains, sosial, dan juga humaniora. Oleh karena itu, di Indonesia sendiri ada kampus yang memasukkan Psikologi pada rumpun jurusan Soshum dan ada juga yang mengelompokkannya dalam rumpun Saintek.
9. Desain Grafis
Apakah kamu pribadi introvert yang suka menggambar? Sering menghabiskan waktu berjam-jam untuk menghasilkan suatu karya? Kalian bisa mengasah dan mengembangkan bakat ini dengan masuk ke jurusan Desain Grafis. Di jurusan ini, akan belajar mengenai teknik, penguasaan suatu program tertentu dan hal-hal lain terkait grafis.
Seorang Desainer Grafis biasanya lebih banyak menghabiskan waktu sendiri untuk mengeksplor ide-ide baru untuk pekerjaannya. Walaupun kamu tetap perlu berinteraksi dengan klien atau teman kerja saat menyelesaikan suatu projek, kebanyakan waktu bekerjamu akan dihabiskan sendiri.
Lihat Juga :