FMIPA UI Kembangkan Teknologi Pemantau Curah Hujan
Sabtu, 27 Agustus 2022 - 09:53 WIB
loading...
A
A
A
Hasil pengukuran juga dapat diakses oleh masyarakat melalui website pada tautan https://dev-pantir.geosinyal.id dengan mengisi alamat email: [email protected] dan password: public.
Dalam kondisi normal, hasil pengukuran alat Pantir akan di-update setiap 10 menit. Namun pada kondisi siaga, hasil pengukuran di-update setiap 5 menit atau bahkan setiap 3 menit. Pantir dirancang dan dikembangkan di Laboratorium Kebencanaan Departemen Geosains FMIPA UI pada tahun 2019.
Baca juga: 15 Sekolah Terbaik di Jawa Timur Berdasarkan Nilai UTBK 2022 Versi LTMPT
Pantir mulai diuji coba di lingkungan yang sesungguhnya sepanjang tahun 2020, yaitu di kawasan kampus UI dan Kota Depok. Memasuki tahun 2021 hingga 2022 pantir juga telah dipasang di tiga sungai di Jawa Barat, yaitu sungai Ciliwung di Kota Depok, sungai Cibeet di Kabupaten Karawang, dan yang terakhir dan baru saja dilakukan adalah di sungai Citengah di Kabupaten Sumedang.
Di dalam teknologi ini tersemat sebuah elektronika digital berupa mikrokontroler 32-bit yang mengendalikan sensor pemantau ketinggian muka air dan sensor intensitas curah hujan. Data hasil pantauan Pantir dapat disimpan dalam SD-Card ataupun dikirim ke database server melalui jaringan internet.
Dalam kondisi normal, hasil pengukuran alat Pantir akan di-update setiap 10 menit. Namun pada kondisi siaga, hasil pengukuran di-update setiap 5 menit atau bahkan setiap 3 menit. Pantir dirancang dan dikembangkan di Laboratorium Kebencanaan Departemen Geosains FMIPA UI pada tahun 2019.
Baca juga: 15 Sekolah Terbaik di Jawa Timur Berdasarkan Nilai UTBK 2022 Versi LTMPT
Pantir mulai diuji coba di lingkungan yang sesungguhnya sepanjang tahun 2020, yaitu di kawasan kampus UI dan Kota Depok. Memasuki tahun 2021 hingga 2022 pantir juga telah dipasang di tiga sungai di Jawa Barat, yaitu sungai Ciliwung di Kota Depok, sungai Cibeet di Kabupaten Karawang, dan yang terakhir dan baru saja dilakukan adalah di sungai Citengah di Kabupaten Sumedang.
Di dalam teknologi ini tersemat sebuah elektronika digital berupa mikrokontroler 32-bit yang mengendalikan sensor pemantau ketinggian muka air dan sensor intensitas curah hujan. Data hasil pantauan Pantir dapat disimpan dalam SD-Card ataupun dikirim ke database server melalui jaringan internet.
Lihat Juga :