IPB Lahirkan Varietas Bawang Merah Unggul, Ini Keunggulannya
Rabu, 31 Agustus 2022 - 12:30 WIB
loading...
A
A
A
Selain dari produktivitas, lanjutnya, masalah utamanya adalah terlalu bergantungnya pasokan bawang merah nasional dari Jawa Tengah (Brebes dan sekitarnya). Hal ini mengakibatkan sering terjadi kelangkaan bawang pada periode tertentu yang menyebabkan fluktuasi harga bawang merah. Oleh karena itu perlu diperkuat sentra-sentra baru yang mampu berproduksi, terutama di luar musim panen di daerah Brebes dan sekitarnya untuk meningkatkan stabilitas produksi.
Dr Awang Maharijaya, peneliti sekaligus Kepala Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) menyebutkan bahwa pengembangan varietas bawang merah dilaksanakan berdasarkan roadmap pengembangan bawang merah. Termasuk roadmap pemuliaan yang telah didisain sebelumnya.
“Kebetulan kami (PKHT) juga diminta membantu Kementerian Pertanian untuk menyusun roadmap pengembangan bawang merah di Indonesia. Salah satu program pengembangan bawang merah di Indonesia pada waktu itu adalah menyebar sentra produksi termasuk di luar Pulau Jawa untuk mengurangi ketergantungan yang terlalu tinggi (sekitar 89 persen) dari wilayah Pantai Utara (Pantura). Pada saat pengembangan inilah terlihat banyak daerah yang sangat strategis untuk mengembangkan bawang merah, namun sayangnya belum ada varietas terdaftar yang cocok dikembangkan di daerah-daerah baru tersebut,” imbuhnya.
Baca juga: Diliputi Antusiasme Audiens, Kuliah Umum Menko Airlangga di Singapura Tuai Pujian
Oleh karena itu, lanjutnya, Tim Peneliti PKHT melakukan kerjasama dengan Direktorat Jenderal Hortikultura, pemerintah daerah dan para petani, untuk melakukan eksplorasi. Tim kemudian melakukan seleksi terhadap koleksi-koleksi hasil eksplorasi yang berpotensi untuk dapat dikembangkan di wilayah tertentu, yang tentunya juga disesuaikan dengan potensi pasar setempat.
“Sejak tahun 2015, kegiatan tersebut intensif dikerjakan setiap tahunnya dengan berbagai pendanaan riset dari yang sifatnya riset dasar, sampai kepada riset pengembangan,” jelasnya. Hasilnya adalah tim berhasil mengembangkan dua varietas bawang merah. Yaitu Tajuk dan SS Sakato.
Dr Awang Maharijaya, peneliti sekaligus Kepala Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) menyebutkan bahwa pengembangan varietas bawang merah dilaksanakan berdasarkan roadmap pengembangan bawang merah. Termasuk roadmap pemuliaan yang telah didisain sebelumnya.
“Kebetulan kami (PKHT) juga diminta membantu Kementerian Pertanian untuk menyusun roadmap pengembangan bawang merah di Indonesia. Salah satu program pengembangan bawang merah di Indonesia pada waktu itu adalah menyebar sentra produksi termasuk di luar Pulau Jawa untuk mengurangi ketergantungan yang terlalu tinggi (sekitar 89 persen) dari wilayah Pantai Utara (Pantura). Pada saat pengembangan inilah terlihat banyak daerah yang sangat strategis untuk mengembangkan bawang merah, namun sayangnya belum ada varietas terdaftar yang cocok dikembangkan di daerah-daerah baru tersebut,” imbuhnya.
Baca juga: Diliputi Antusiasme Audiens, Kuliah Umum Menko Airlangga di Singapura Tuai Pujian
Oleh karena itu, lanjutnya, Tim Peneliti PKHT melakukan kerjasama dengan Direktorat Jenderal Hortikultura, pemerintah daerah dan para petani, untuk melakukan eksplorasi. Tim kemudian melakukan seleksi terhadap koleksi-koleksi hasil eksplorasi yang berpotensi untuk dapat dikembangkan di wilayah tertentu, yang tentunya juga disesuaikan dengan potensi pasar setempat.
“Sejak tahun 2015, kegiatan tersebut intensif dikerjakan setiap tahunnya dengan berbagai pendanaan riset dari yang sifatnya riset dasar, sampai kepada riset pengembangan,” jelasnya. Hasilnya adalah tim berhasil mengembangkan dua varietas bawang merah. Yaitu Tajuk dan SS Sakato.
Lihat Juga :