Profil Prof Bahder Djohan, Rektor UI ke-3 yang Pernah Menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Jum'at, 02 September 2022 - 13:29 WIB
loading...
A
A
A
Dr. Bahder Djohan adalah salah satu dari lima anggota Komisi yang dibentuk pada 17 September 1945, dan berpartisipasi sebagai penulis bersama dengan Dr. Bahder Djohan. R. Mochtar sebagai Ketua, Dr. Joehana Wile Radta, Dr. Marutsuki, dan Dr. Sita Nara sebagai anggota.
Setelah kemerdekaan, Johan diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dalam pemerintahan Nazir (1950-1951) dan Wilopo (1952-1953). Pada tahun 1953, ia menjadi Direktur RSUP Jakarta (sekarang RSCM).
Kemudian, Johan terpilih sebagai Rektor Universitas Indonesia. Namun, pada tahun 1958, Johan mengundurkan diri sebelum masa jabatannya berakhir. Ia tidak setuju dengan penyelesaian kasus PRRI oleh pemerintah melalui perang.
Bahder Djohan menjadi Menteri Pedidikan dan Kebudayaan Indonesia pada 6 September 1950 – 30 Juli 1953. Dan menjadi Rektor UI ke 3 pada tahun 1954 – 1958. Beliau juga menjadi ketua umum PMI ke 4 pada 1952 – 1954. Dan beliau meninggal pada 8 Maret 1981 ketika berumur 78 tahun.
(MG/Muhammad Bagas Hanafi)
Setelah kemerdekaan, Johan diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dalam pemerintahan Nazir (1950-1951) dan Wilopo (1952-1953). Pada tahun 1953, ia menjadi Direktur RSUP Jakarta (sekarang RSCM).
Kemudian, Johan terpilih sebagai Rektor Universitas Indonesia. Namun, pada tahun 1958, Johan mengundurkan diri sebelum masa jabatannya berakhir. Ia tidak setuju dengan penyelesaian kasus PRRI oleh pemerintah melalui perang.
Bahder Djohan menjadi Menteri Pedidikan dan Kebudayaan Indonesia pada 6 September 1950 – 30 Juli 1953. Dan menjadi Rektor UI ke 3 pada tahun 1954 – 1958. Beliau juga menjadi ketua umum PMI ke 4 pada 1952 – 1954. Dan beliau meninggal pada 8 Maret 1981 ketika berumur 78 tahun.
(MG/Muhammad Bagas Hanafi)
(mpw)
Lihat Juga :