Aturan Masuk PTN Dirombak, Tes Mata Pelajaran di SBMPTN Dihapus
Kamis, 08 September 2022 - 10:02 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Nadiem, nantinya, seleksi berdasarkan tes ini akan berfokus pada pengukuran kemampuan penalaran dan pemecahan masalah. Sebelumnya, diungkapkan Mendikbudristek, pada jalur SBMPTN ujian dilakukan dengan menggunakan banyak materi dari banyak mata pelajaran yang secara tidak langsung memicu turunnya kualitas pembelajaran dan peserta didik kurang mampu menjadi lebih sulit untuk dapat sukses pada jalur ini.
“Kali ini berbeda. Dalam seleksi ini, tidak ada lagi tes mata pelajaran, tetapi hanya tes skolastik yang mengukur empat hal yaitu potensi kognitif, penalaran matematika, literasi dalam bahasa Indonesia, dan literasi dalam bahasa Inggris. Soal pada seleksi ini akan menitikberatkan kemampuan penalaran peserta didik, bukan hafalan,” ungkap Mendikbudristek.
Baca juga: 4 Sekolah Kedinasan Terbaik di Jawa Barat, Nomor 2 Jadi Incaran Siswa
Dengan demikian, Nadiem mengatakan, skema seleksi menjadi lebih adil dan setiap peserta didik memiliki kesempatan untuk sukses pada jalur seleksi nasional berdasarkan tes. “Kerja sama antara peserta didik dan guru melalui pengasahan daya nalar akan meningkatkan kesuksesan peserta didik pada jalur seleksi berdasarkan tes,” pungkasnya.
Diketahui, SBMPTN dengan kuota penerimaan minimum 40% merupakan seleksi penerimaan mahasiswa baru di PTN dengan menggunakan materi Tes Potensi Skolastik (TPS), Bahasa Inggris, dan Tes Kompetensi Akademik (TKA). Metode ujiannya berbasis Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Peserta SBMPTN dibagi tiga yakni kelompok ujian Saintek, Soshum, dan Campuran.
Untuk lebih mengenal mengenai TPS, TKA, dan juga tes Bahasa Inggris, simak informasi di bawah ini yang dikutip dari data LTMPT.
“Kali ini berbeda. Dalam seleksi ini, tidak ada lagi tes mata pelajaran, tetapi hanya tes skolastik yang mengukur empat hal yaitu potensi kognitif, penalaran matematika, literasi dalam bahasa Indonesia, dan literasi dalam bahasa Inggris. Soal pada seleksi ini akan menitikberatkan kemampuan penalaran peserta didik, bukan hafalan,” ungkap Mendikbudristek.
Baca juga: 4 Sekolah Kedinasan Terbaik di Jawa Barat, Nomor 2 Jadi Incaran Siswa
Dengan demikian, Nadiem mengatakan, skema seleksi menjadi lebih adil dan setiap peserta didik memiliki kesempatan untuk sukses pada jalur seleksi nasional berdasarkan tes. “Kerja sama antara peserta didik dan guru melalui pengasahan daya nalar akan meningkatkan kesuksesan peserta didik pada jalur seleksi berdasarkan tes,” pungkasnya.
Diketahui, SBMPTN dengan kuota penerimaan minimum 40% merupakan seleksi penerimaan mahasiswa baru di PTN dengan menggunakan materi Tes Potensi Skolastik (TPS), Bahasa Inggris, dan Tes Kompetensi Akademik (TKA). Metode ujiannya berbasis Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Peserta SBMPTN dibagi tiga yakni kelompok ujian Saintek, Soshum, dan Campuran.
Untuk lebih mengenal mengenai TPS, TKA, dan juga tes Bahasa Inggris, simak informasi di bawah ini yang dikutip dari data LTMPT.
Lihat Juga :