Berbahan Sayur dan Ubi, Mahasiswa Unnes Ciptakan Sendok yang Bisa Dimakan

Jum'at, 09 September 2022 - 14:06 WIB
loading...
Berbahan Sayur dan Ubi, Mahasiswa Unnes Ciptakan Sendok yang Bisa Dimakan
Tim mahasiswa Unnes yang menciptakan Sendok Edible. Foto/Tangkap layar laman Unnes.
A A A
JAKARTA - Mahasiswa Universitas Negeri Semarang ( Unnes ) yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-K) tahun 2022 berhasil membuat Sendok Edible yang terbuat dari bahan baku sayuran dan umbi-umbian.

Sendok Edible ini diklam dapat mengurangi sampah alat makan plastik sekali pakai. Meraka yang tergabung dalam tim PKMK Unnes ini diketua oleh Ade Risna Puja Muslimah mahasiswa jurusan Psikologi dengan anggota Tiara Azka Nadhifa, Muhammad Fa’iq, Novanda Krishadi Yudistira dan Afifa Ghina Athaya mahasiswa jurusan Ilmu Gizi yang dibimbing oleh Laila Listiana Ulya.

Baca juga: Mahasiswa IPB Olah Kacang Bogor Jadi Sereal Bernutrisi Tinggi

Menurut Ketua Tim Ade Risna Puja inovasi yang dibuatnya berawal dari keresahan sampah plastik yang semakin menumpuk di Indonesia. Ia mengatakan, inovasi sendok edible sebagai salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan ini.

“Produk yang diberi nama sendok.id ini, diolah dengan bahan dasar tepung terigu dan ekstrak sayur dan umbi-umbian yang sudah dipastikan aman untuk dimakan dan juga ramah lingkungan,” kata Ade Risna Puja, dikutip dari laman Unnes, Jumat (9/9/2022).

Ade Risna Puja menambahkan, timnya juga mendapatkan pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dikti). Selain itu, Sendok.id sudah mulai dijual secara bebas melalui sistem pre-order (PO) dan tersedia dalam dua varian rasa, yakni bayam dan ubi ungu.

Baca juga: DPR Ingatkan Efek Domino dari Transformasi Seleksi Masuk PTN

Pembelian dapat dilakukan melalui akun Instagram @sendoki.id dan e-commerce. Sistem cash on delivery (COD) juga berlaku untuk wilayah Semarang, pemesanan langsung hubungi nomor WhatsApp yang tertera di bio Instagram.

Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan Ade Risna Puja. Prof Fathur mengatakan inovatif juga selaras dengan nilai konservasi yang dimiliki Unnes.“Penggunaan sayuran dan umbi-umbian sebagai bahan sendok selain inovatif juga bernilai konservasi,” jelasnya.

Prof Fathur berharap inovasi yang digagas oleh Ade Risna Puja ini dapat menjadi contoh dan menjadi pendorong bagi mahasiswa Unnes lainnya agar saling berlomba dalam menciptakan berbagai gagasan dan inovasi baru.
(nnz)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1951 seconds (11.210#12.26)