Guru Besar FTUI Terpilih Jadi Ketua Umum Asosiasi Dosen Indonesia
Jum'at, 16 September 2022 - 18:51 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Selamat, Tim Spektronics ITS Jadi Jawara Chem-E-Car di Jerman
Ketua Bidang Transformasi Teknologi dan Inovasi di Tim Transisi IKN dan Sekretaris Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI itu menambahkan, kolaborasi antara dosen dengan diaspora yang memiliki kesamaan bidang riset juga dilakukan. Sehingga bisa melakukan penelitian bersama yang mendukung program pemerintah.
“Pairing antara dosen dengan diaspora diperlukan agar bisa dilakukan penulisan ilmiah, penelitian kolaboratif dan pengelolaan ejournal,” katanya. Hasil penemuan dari penelitian, publikasi ilmiah, merupakan bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan dan dapat menjadi bahan pengajaran di kelas.
Yang tak kalah penting, kata dia, yaitu melakukan kemitraan strategis dengan Kemendikbudristek dan industri. Menurutnya menjalin kerja sama dengan mitra strategis diperlukan dalam rangka membangun iklim yang sejalan antara perguruan tinggi dengan industri.
“Dialog berkala dalam konteks sustainable future antara ADI dengan KADIN, HIPMI, Int. Chambers of Commerce dan praktisi korporat lain juga dilakukan agar kampus dapat mencetak lebih banyak enterprenuer di masa mendatang,” pungkasnya.
Ketua Bidang Transformasi Teknologi dan Inovasi di Tim Transisi IKN dan Sekretaris Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI itu menambahkan, kolaborasi antara dosen dengan diaspora yang memiliki kesamaan bidang riset juga dilakukan. Sehingga bisa melakukan penelitian bersama yang mendukung program pemerintah.
“Pairing antara dosen dengan diaspora diperlukan agar bisa dilakukan penulisan ilmiah, penelitian kolaboratif dan pengelolaan ejournal,” katanya. Hasil penemuan dari penelitian, publikasi ilmiah, merupakan bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan dan dapat menjadi bahan pengajaran di kelas.
Yang tak kalah penting, kata dia, yaitu melakukan kemitraan strategis dengan Kemendikbudristek dan industri. Menurutnya menjalin kerja sama dengan mitra strategis diperlukan dalam rangka membangun iklim yang sejalan antara perguruan tinggi dengan industri.
“Dialog berkala dalam konteks sustainable future antara ADI dengan KADIN, HIPMI, Int. Chambers of Commerce dan praktisi korporat lain juga dilakukan agar kampus dapat mencetak lebih banyak enterprenuer di masa mendatang,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :