Kuliah Pakar di ULM, Ratna Octavian Paparkan Pentingnya Penilaian Risiko Karies Anak
Sabtu, 17 September 2022 - 15:09 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Cegah Covid-19, Ratna Octavian: Gigi dan Mulut yang Sehat Penting di Masa Pandemi
Ratna menjabarkan karies atau gigi berlubang merupakan penyakit gigi dan mulut dengan prevalensi tertinggi di masyarakat, termasuk anak-anak. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan karies sebagai suatu global health problem. Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan anak Indonesia kelompok usia 5-6 tahun sebanyak 93% memiliki karies, dan 7% bebas karies.
”Telah banyak upaya dilakukan untuk menurunkan prevalensi karies. Tetapi angka karies anak di Indonesia masih tinggi. Sehingga diperlukan suatu pendekatan baru, yaitu salah-satunya dengan melakukan penilaian risiko karies secara meluas dan komprehensif,” ucapnya.
Ratna Octavian menyebut, penilaian risiko karies pada anak merupakan salah satu upaya pencegahan primer dalam kedokteran gigi pencegahan. Manajemen karies gigi pada anak terdiri dari penilaian risiko karies, diagnostic, early intervention, dan restoration. Seiring kemajuan IT, seyogyanya penilaian risiko karies gigi dapat dilakukan melalui program komputer berbasis web.
”Interactive personal computer software ini memiliki keunggulan lebih efisien, praktis, dapat membantu dokter gigi, valid, ekonomis dan dapat menjangkau secara luas masyarakat di wilayah Indonesia. Juga diseuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat Indonesia, dengan tujuan akhir yang mulia yaitu meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut anak Indonesia,” ucapnya.
Ratna menjabarkan karies atau gigi berlubang merupakan penyakit gigi dan mulut dengan prevalensi tertinggi di masyarakat, termasuk anak-anak. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan karies sebagai suatu global health problem. Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan anak Indonesia kelompok usia 5-6 tahun sebanyak 93% memiliki karies, dan 7% bebas karies.
”Telah banyak upaya dilakukan untuk menurunkan prevalensi karies. Tetapi angka karies anak di Indonesia masih tinggi. Sehingga diperlukan suatu pendekatan baru, yaitu salah-satunya dengan melakukan penilaian risiko karies secara meluas dan komprehensif,” ucapnya.
Ratna Octavian menyebut, penilaian risiko karies pada anak merupakan salah satu upaya pencegahan primer dalam kedokteran gigi pencegahan. Manajemen karies gigi pada anak terdiri dari penilaian risiko karies, diagnostic, early intervention, dan restoration. Seiring kemajuan IT, seyogyanya penilaian risiko karies gigi dapat dilakukan melalui program komputer berbasis web.
”Interactive personal computer software ini memiliki keunggulan lebih efisien, praktis, dapat membantu dokter gigi, valid, ekonomis dan dapat menjangkau secara luas masyarakat di wilayah Indonesia. Juga diseuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat Indonesia, dengan tujuan akhir yang mulia yaitu meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut anak Indonesia,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :