Profil Prof Azyumardi Azra, Ketua Dewan Pers yang Abdikan Diri di Dunia Pendidikan Indonesia

Minggu, 18 September 2022 - 13:44 WIB
loading...
Profil Prof Azyumardi Azra, Ketua Dewan Pers yang Abdikan Diri di Dunia Pendidikan Indonesia
Prof Dr Azyumardi Azra, CBE, Cendekiawan Muslim Bergelar Sir Pertama di Indonesia meninggal dunia, Minggu (18/9/2022). Foto/Dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kabar duka datang dari dunia pendidikan dan pers Indonesia. Ketua Dewan Pers, Prof Azyumardi Azra telah berpulang ke Rahmatullah di Malaysia saat sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Serdang.

Azyumardi Azra adalah Ketua Dewan Pers untuk periode 2022-2025. Pria kelahiran Padang Pariaman, 4 Maret 1955 ini dikenal sebagai cendekiawan Muslim yang telah lama berkiprah di dunia pendidikan.

Baca juga: Azyumardi Azra, Cendekiawan Muslim Bergelar Sir Pertama di Indonesia dari Kerajaan Inggris

Sejak 1998 hingga 2006, Azyumardi Azra menjabat sebagai Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Seusai merampungkan amanah sebagai rektor, lelaki yang memiliki sapaan akrab Prof Azra ini menjadi Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, periode 2006-2015.

Sebagai akademisi, latar belakang akademik yang dimiliki Azyumardi Azra tentu tak perlu diragukan. Ia memulai pendidikan S1 di Fakultas Tarbiyah IAIN Jakarta di tahun 1982.

Ia kemudian menerima beasiswa Fullbright, sehingga dapat melanjutkan kuliah S2 pada Departemen Bahasa dan Budaya Timur Tengah di Columbia University. Tahun 1988, ia berhasil mendapat gelar MA.

Baca juga: Profil Azyumardi Azra, Cendekiawan Muslim yang Didaulat Pimpin Dewan Pers

Masih di universitas yang sama, Azyumardi menempuh studi di Departemen Sejarah dengan beasiswa Columbia President Fellowship yang diterimanya dari Columbia University.

Ia pun meraih gelar MA keduanya pada 1989. Di tahun 1992, Azyumardi memperoleh gelar Master of Philosophy (M.Phil) dari Departemen Sejarah, Columbia University. Bukan hanya itu, gelar Doctor of Philosophy Degree juga mampu ia raih dari kampus tersebut.

Usai menimba ilmu di Amerika Serikat, Azyumardi kembali ke Tanah Air. Ia lalu mendirikan jurnal studi Islam bernama Studia Islamika pada 1993, sekaligus menjadi pemimpin redaksinya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1314 seconds (10.177#12.26)