Mengharukan, Ibu Ini Wakili Wisuda Anaknya yang Telah Tiada di Universitas Brawijaya
Senin, 19 September 2022 - 11:58 WIB
loading...
Suasana haru menyelimuti penghujung pelaksanaan wisuda Universitas Brawijaya, Minggu (18/9/2022). Foto/Tangkap layar laman UB.
A
A
A
JAKARTA - Suasana haru menyelimuti penghujung pelaksanaan wisuda Universitas Brawijaya (UB), Minggu (18/9/2022). Salah satu wisudawan, Dani Munawir Uswanas,S.Gz tidak bisa mengikuti prosesi karena meninggal dunia 22 Agustus 2022 karena sakit. Sehingga pemberian ijazah dari Rektor dan Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan diwakili ibunda, Fatma Uswanas.
Baca juga: Rayakan Dies Natalis IPB Ke-59, Alumni IPB Sukabumi Gelar Bakti Sosial dan Pemberian Beasiswa
Dani adalah wisudawan dari Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Ia merupakan mahasiswa program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) yang diterima sebagai mahasiswa UB angkatan 2017 program studi Ilmu Gizi. Ia menempuh pendidikan selama 4 tahun 10 bulan.
Disampaikan sang ibunda, Dani termasuk mahasiswa berprestasi di daerah sehingga berkesempatan mengikuti program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Sebelumnya ia juga masuk menjadi siswa SMA Plus Ashta Hannas, Subang juga lantaran lolos progam ADEM (Afirmasi Pendidikan Menengah).
Baca juga: Stafsus Presiden Orasi Ilmiah di UT Malang, Ingatkan Pentingnya Paradigma Baru Hadapi Era Disrupsi
Selama di tingkat SMA, disampaikan ayahanda, Dani sudah dua kali diundang ke Istana Negara karena prestasinya. “Sudah mau hampir yang ketiga kali masuk Istana Negara tapi tidak jadi, karena dia peserta Olimpiade,” ujar sang ayah yang seorang polisi, dikutip dari laman UB, Senin (19/9/2022).
Baca juga: Rayakan Dies Natalis IPB Ke-59, Alumni IPB Sukabumi Gelar Bakti Sosial dan Pemberian Beasiswa
Dani adalah wisudawan dari Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Ia merupakan mahasiswa program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) yang diterima sebagai mahasiswa UB angkatan 2017 program studi Ilmu Gizi. Ia menempuh pendidikan selama 4 tahun 10 bulan.
Disampaikan sang ibunda, Dani termasuk mahasiswa berprestasi di daerah sehingga berkesempatan mengikuti program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Sebelumnya ia juga masuk menjadi siswa SMA Plus Ashta Hannas, Subang juga lantaran lolos progam ADEM (Afirmasi Pendidikan Menengah).
Baca juga: Stafsus Presiden Orasi Ilmiah di UT Malang, Ingatkan Pentingnya Paradigma Baru Hadapi Era Disrupsi
Selama di tingkat SMA, disampaikan ayahanda, Dani sudah dua kali diundang ke Istana Negara karena prestasinya. “Sudah mau hampir yang ketiga kali masuk Istana Negara tapi tidak jadi, karena dia peserta Olimpiade,” ujar sang ayah yang seorang polisi, dikutip dari laman UB, Senin (19/9/2022).
Lihat Juga :