ITS Bantu Kelola Keanekaragaman Bambu Berbasis QR Code
Senin, 19 September 2022 - 14:09 WIB
loading...
Tim KKN Abmas ITS yang mengelola inventarisasi jenis bambu. Foto/Humas ITS.
A
A
A
JAKARTA - Guna lebih meningkatkan wawasan masyarakat lokal dan memacu daya tarik wisatawan, tim Kuliah Kerja Nyata Pengabdian kepada Masyarakat (KKN Abmas) ITS berupaya untuk mengelola inventarisasi jenis-jenis bambu. Dengan berbasis teknologi, tim membuat website dan kode Quick Response (QR) sebagai tempat inventarisasi jenis-jenis bambu tersebut.
Koordinator tim KKN Abmas Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Muhammad Zamharir Rojafi mengungkapkan, kegiatan timnya ini difokuskan di Boonpring, Desa Sanankerto, Kabupaten Malang. Menurutnya, karena pemerintah Desa Sanankerto sedang memperbanyak jenis bambu yang ada di hutan bambu kawasan Boonpring sejak ditetapkan menjadi arboretum atau hutan botani.
Baca juga: Salut, Guru Besar UNY Bangun Masjid dengan Royalti Buku
Dikatakannya, hutan seluas 20 hektare tersebut memiliki keunikan dan potensi yang besar. “Selain sebagai destinasi tujuan wisata, hutan ini juga digunakan sebagai pusat penelitian dan konservasi tumbuhan bambu,” tuturnya, melalui siaran pers, Senin (19/9/2022).
Ari melanjutkan, arboretum serta laboratorium bambu di Boonpring, Desa Sanankerto ini dikembangkan sebagai pusat pembibitan dan pelestarian bambu langka. Sebagai kawasan wisata edukasi lingkungan, arboretum bambu Boonpring seharusnya mampu menyediakan informasi yang lengkap mengenai data jenis-jenis bambu beserta potensinya. “Akan tetapi, arboretum Boonpring di Desa Sanankerto belum memiliki hal tersebut,” ungkapnya.
Tim KKN Abmas yang diketuai oleh dosen Departemen Biologi ITS Indah Trisnawati Dwi Tjahjaningrum melakukan observasi dan inventarisasi bambu, sehingga menghasilkan data keanekaragaman dan klasifikasi setiap jenis bambu. Sebanyak 87 dari total 115 jenis bambu yang telah dilakukan observasi. “Observasi dilaksanakan selama tiga hari, yaitu pada tanggal 27 hingga 29 Juni lalu,” ujar Ari.
Koordinator tim KKN Abmas Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Muhammad Zamharir Rojafi mengungkapkan, kegiatan timnya ini difokuskan di Boonpring, Desa Sanankerto, Kabupaten Malang. Menurutnya, karena pemerintah Desa Sanankerto sedang memperbanyak jenis bambu yang ada di hutan bambu kawasan Boonpring sejak ditetapkan menjadi arboretum atau hutan botani.
Baca juga: Salut, Guru Besar UNY Bangun Masjid dengan Royalti Buku
Dikatakannya, hutan seluas 20 hektare tersebut memiliki keunikan dan potensi yang besar. “Selain sebagai destinasi tujuan wisata, hutan ini juga digunakan sebagai pusat penelitian dan konservasi tumbuhan bambu,” tuturnya, melalui siaran pers, Senin (19/9/2022).
Ari melanjutkan, arboretum serta laboratorium bambu di Boonpring, Desa Sanankerto ini dikembangkan sebagai pusat pembibitan dan pelestarian bambu langka. Sebagai kawasan wisata edukasi lingkungan, arboretum bambu Boonpring seharusnya mampu menyediakan informasi yang lengkap mengenai data jenis-jenis bambu beserta potensinya. “Akan tetapi, arboretum Boonpring di Desa Sanankerto belum memiliki hal tersebut,” ungkapnya.
Tim KKN Abmas yang diketuai oleh dosen Departemen Biologi ITS Indah Trisnawati Dwi Tjahjaningrum melakukan observasi dan inventarisasi bambu, sehingga menghasilkan data keanekaragaman dan klasifikasi setiap jenis bambu. Sebanyak 87 dari total 115 jenis bambu yang telah dilakukan observasi. “Observasi dilaksanakan selama tiga hari, yaitu pada tanggal 27 hingga 29 Juni lalu,” ujar Ari.
Lihat Juga :