Kuliah Umum di PBSI UIN Jakarta, Yudi Latif Gaungkan Pendidikan Berkebudayaan
Kamis, 22 September 2022 - 09:39 WIB
loading...
A
A
A
Tidak hanya itu, pendidikan yang berkebudayaan mempunyai ciri yang khas dan sangat relevan dengan masalah yang disorot. Berbagai masalah seperti kebencian, ekslusvitas, intoleransi, perundungan, bahkan kekerasan akan terkikis dengan manusia-manusia yang mempunyai nilai fundamental yang luhur, semisal terbuka dan welas asih.
Di titik ini, pendidikan yang berkebudayaan memainkan peran pentingnya, karena di sistem pendidikan ini, sesuai penegasannya, pendidikan tidak hanya mementingkan nalar tapi juga nilai.
“Pendidikan yang berkebudayaan tidak hanya menciptakan manusia yang bisa mengembangkan penalaran yang tinggi, melainkan juga menciptakan manusia yang mampu memandang dunia, nilai, dan keyakinan dengan lebih luas,” Tambahnya.
Kulian umum ini dirasa sangat penting bagi masyarakat secara umum, dan pelaku pendidikan secara khusus, terutama Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah sebagai penyelenggara.
Seperti yang diungkapkan Dr. Sururin, selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah Keguruan dalam sambutannya, “Acara ini sangat penting, semacam pencerahan, bagi kita civitas akademika dan calon pendidik, untuk memberikan pembekalan mengenai pendidikan yang penuh rasa kasih, kasih sayang, yang akan menjadi jawaban atas berbagai kasus yang selama ini terjadi,” Ungkapnya.
Oleh karenanya, konsep pendidikan yang dipopulerkan Yudi Latif tersebut, diharapkan mampu menciptakan kualitas manusia yang tidak individualistik. Sebaliknya, menciptakan manusia yang memegang nilai-nilai luhur, seperti keterikatan, keterhubungan, dan keberartian secara komunal.
Melalui nilai-nilai tersebut akan mendorong terciptanya ruang-ruang perjumpaan sekaligus pemantik untuk terjadinya interaksi, pengkikisan prasangka, melebarkan inklusivitas, dan penanaman-penanaman nilai-nilai luhur sesuai dengan cita-cita kebudayaan dalam membangun peradaban sekaligus menjawab tantangan yang kini dihadapi.
Di titik ini, pendidikan yang berkebudayaan memainkan peran pentingnya, karena di sistem pendidikan ini, sesuai penegasannya, pendidikan tidak hanya mementingkan nalar tapi juga nilai.
“Pendidikan yang berkebudayaan tidak hanya menciptakan manusia yang bisa mengembangkan penalaran yang tinggi, melainkan juga menciptakan manusia yang mampu memandang dunia, nilai, dan keyakinan dengan lebih luas,” Tambahnya.
Kulian umum ini dirasa sangat penting bagi masyarakat secara umum, dan pelaku pendidikan secara khusus, terutama Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah sebagai penyelenggara.
Seperti yang diungkapkan Dr. Sururin, selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah Keguruan dalam sambutannya, “Acara ini sangat penting, semacam pencerahan, bagi kita civitas akademika dan calon pendidik, untuk memberikan pembekalan mengenai pendidikan yang penuh rasa kasih, kasih sayang, yang akan menjadi jawaban atas berbagai kasus yang selama ini terjadi,” Ungkapnya.
Oleh karenanya, konsep pendidikan yang dipopulerkan Yudi Latif tersebut, diharapkan mampu menciptakan kualitas manusia yang tidak individualistik. Sebaliknya, menciptakan manusia yang memegang nilai-nilai luhur, seperti keterikatan, keterhubungan, dan keberartian secara komunal.
Melalui nilai-nilai tersebut akan mendorong terciptanya ruang-ruang perjumpaan sekaligus pemantik untuk terjadinya interaksi, pengkikisan prasangka, melebarkan inklusivitas, dan penanaman-penanaman nilai-nilai luhur sesuai dengan cita-cita kebudayaan dalam membangun peradaban sekaligus menjawab tantangan yang kini dihadapi.
(mpw)
Lihat Juga :