Banyak di Belakang Meja, Mendikbud Dinilai Belum Jawab Kepercayaan Jokowi
Jum'at, 03 Juli 2020 - 11:41 WIB
loading...
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepercayaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim sangat tinggi. Begitu pula sebaliknya, kepercayaan diri Nadiem terlalu tinggi untuk mampu bekerja dan membenahi ruang didik dan pendidikan di Indonesia, saat dilantik beberapa waktu lalu.
“Tapi ya, kepercayaan tinggi Jokowi kepada Nadiem dan kepercayaan diri Nadiem yang tinggi itu tak sebanding atau setara dengan apa yang dirasakan dalam dunia pendidikan kita, terutama masa pandemi ini. Nadiem lebih banyak di belakang meja daripada ke lapangan” ujar Direktur Eksekutif Indomedia Poll, David Krisna Alka, Jumat (3/7/2020). (Baca juga: Mendikbud: Sistem Pembelajaran Jarak Jauh Akan Dipermanenkan)
Hal itu dia sampaikan saat Webinar yang diadakan Indomedia Poll, dengan tema “Refleksi Kebijakan Mendikbud: Mas Nadiem Bisa Apa?” Narasumbernya Guru Besar UIN Jakarta, Prof Azyumardi Azra, Komisi X DPR, Zainuddin Maliki, Pengamat Pendidikan Darmaningtyas, dan Retno Listyarti, Komisioner Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
David menyampaikan, ide dan inisiatif melakukan Webinar ini bermula dari “amarah” Presiden Jokowi kepada para menterinya tentang kerja yang kurang maksimal dan biasa-biasa aja yang dilakukan para menterinya di masa pandemi coronavirus (Covid-19). (Baca juga: Azyumardi Azra Nilai Raport Mendikbud Nadiem Makarim Merah)
“Dari sorotan riset media Indomedia Poll, beberapa kebijakan Mas Nadiem menuai kritik. Seperti belum adanya terobosan digitalisasi pendidikan. Padahal itu kan mandat presiden. Itu pula yang menjadi jualan keunggulan Nadiem diangkat Mendikbud. Apalagi masa pandemi, belum ada inovasi mengatasi pendidikan di era pandemi ini dari Nadiem” jelas David.
“Tapi ya, kepercayaan tinggi Jokowi kepada Nadiem dan kepercayaan diri Nadiem yang tinggi itu tak sebanding atau setara dengan apa yang dirasakan dalam dunia pendidikan kita, terutama masa pandemi ini. Nadiem lebih banyak di belakang meja daripada ke lapangan” ujar Direktur Eksekutif Indomedia Poll, David Krisna Alka, Jumat (3/7/2020). (Baca juga: Mendikbud: Sistem Pembelajaran Jarak Jauh Akan Dipermanenkan)
Hal itu dia sampaikan saat Webinar yang diadakan Indomedia Poll, dengan tema “Refleksi Kebijakan Mendikbud: Mas Nadiem Bisa Apa?” Narasumbernya Guru Besar UIN Jakarta, Prof Azyumardi Azra, Komisi X DPR, Zainuddin Maliki, Pengamat Pendidikan Darmaningtyas, dan Retno Listyarti, Komisioner Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
David menyampaikan, ide dan inisiatif melakukan Webinar ini bermula dari “amarah” Presiden Jokowi kepada para menterinya tentang kerja yang kurang maksimal dan biasa-biasa aja yang dilakukan para menterinya di masa pandemi coronavirus (Covid-19). (Baca juga: Azyumardi Azra Nilai Raport Mendikbud Nadiem Makarim Merah)
“Dari sorotan riset media Indomedia Poll, beberapa kebijakan Mas Nadiem menuai kritik. Seperti belum adanya terobosan digitalisasi pendidikan. Padahal itu kan mandat presiden. Itu pula yang menjadi jualan keunggulan Nadiem diangkat Mendikbud. Apalagi masa pandemi, belum ada inovasi mengatasi pendidikan di era pandemi ini dari Nadiem” jelas David.