Ditjen Diktiristek Kawal Penanggulangan Ekstremisme di Lingkungan Kampus
Jum'at, 23 September 2022 - 09:46 WIB
loading...
Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nizam. Foto/Humas Dikti.
A
A
A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemendikbudristek mengadakan sosialisasi nasional dalam rangka mendukung Rencana Aksi Nasional (RAN) penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme di lingkungan perguruan tinggi .
Acara sosialisasi ini menindaklanjuti Perpres Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional yang salah satu aksinya mewujudkan perguruan tinggi yang aman dan bebas dari ekstremisme yang mengarah pada terorisme.
Baca juga: Tunjang Lulusan Baru, ITS Luncurkan Program Pengembangan Karier
Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nizam mengungkapkan bahwa peran perguruan tinggi sangat penting dan krusial dalam menyiapkan mahasiswa untuk menjadi Pelajar Pancasila yang mandiri, memiliki jiwa gotong royong, kebinekaan, serta mencegah timbulnya intoleransi dalam perguruan tinggi.
“Pancasila, Kewarganegaraan, bahasa Indonesia, dan Agama merupakan empat mata kuliah wajib yang sangat strategis dalam menanamkan nilai-nilai bangsa, nilai-nilai etika, nilai-nilai demokrasi, nilai-nilai moderasi, serta nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara yang penuh dengan kedamaian,” ujarnya, melalui siaran pers, Jumat (23/9/2022).
Penanaman nilai-nilai kebangsaan, kejuangan, Pancasila, kebersamaan, dan toleransi dapat menjadi dasar bagi mahasiswa baru dalam membentuk karakter Pelajar Pancasila. Pemahaman ini dapat diberikan pada masa pengenalan kampus. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menghilangkan ekstremisme di perguruan tinggi dan mengobarkan semangat merah putih.
Baca juga: Universitas Esa Unggul Buka Program Studi Teknik Sipil
Acara sosialisasi ini menindaklanjuti Perpres Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional yang salah satu aksinya mewujudkan perguruan tinggi yang aman dan bebas dari ekstremisme yang mengarah pada terorisme.
Baca juga: Tunjang Lulusan Baru, ITS Luncurkan Program Pengembangan Karier
Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nizam mengungkapkan bahwa peran perguruan tinggi sangat penting dan krusial dalam menyiapkan mahasiswa untuk menjadi Pelajar Pancasila yang mandiri, memiliki jiwa gotong royong, kebinekaan, serta mencegah timbulnya intoleransi dalam perguruan tinggi.
“Pancasila, Kewarganegaraan, bahasa Indonesia, dan Agama merupakan empat mata kuliah wajib yang sangat strategis dalam menanamkan nilai-nilai bangsa, nilai-nilai etika, nilai-nilai demokrasi, nilai-nilai moderasi, serta nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara yang penuh dengan kedamaian,” ujarnya, melalui siaran pers, Jumat (23/9/2022).
Penanaman nilai-nilai kebangsaan, kejuangan, Pancasila, kebersamaan, dan toleransi dapat menjadi dasar bagi mahasiswa baru dalam membentuk karakter Pelajar Pancasila. Pemahaman ini dapat diberikan pada masa pengenalan kampus. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menghilangkan ekstremisme di perguruan tinggi dan mengobarkan semangat merah putih.
Baca juga: Universitas Esa Unggul Buka Program Studi Teknik Sipil
Lihat Juga :