SINDOnews-Pesantren Attaqwa Putra Bekasi Kolaborasi Gelar Pelatihan Jurnalistik untuk Santri
Rabu, 28 September 2022 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
“Mudah-mudahan ini menjadi silaturahmi kita, dan silaturahmi ini dapat berkelanjutan,” tutur Kiai Iman.
![SINDOnews-Pesantren Attaqwa Putra Bekasi Kolaborasi Gelar Pelatihan Jurnalistik untuk Santri]()
SINDOnews Goes to Pesantren merupakan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-10 SINDOnews yang jatuh pada 4 Juli 2022. Kegiatan serupa sebelumnya digelar di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah dan Darunnajah, Jakarta, serta Ummul Quro Al-Islami, Bogor.
Redpel SINDOnews Andryanto Wisnuwidodo dalam paparan materinya menjelaskan cara menulis jurnalistik yang baik. Salah satu unsur penting dalam penulisan tersebut yakni konsep 5W1H. Elemen ini sangat penting karena berita atau tulisan yang baik harus lengkap.
“Sehingga tidak menimbulkan pertanyaan lagi bagi yang membaca. Seumpama menulis suatu peristiwa, harus dijelaskan apa peristiwa itu, terjadi kapan, di mana, mengapa dan bagaimana kok bisa terjadi,” kata redaktur yang kenyang pengalaman peliputan olahraga itu.
Sementara Ratman secara atraktif mengulas dasar-dasar foto jurnalistik. Menurut dia, siapa pun bisa memotret, tetapi tidak semua orang bisa menghasilkan foto jurnalistik. Ada banyak faktor yang menjadikan foto itu disebut sebagai karya jurnalistik. Salah satunya, foto itu disiarkan di media massa atau dengan kata lain diberitakan.
“Karena foto jurnalistik, dia harus memenuhi unsur-unsur jurnalistik seperti dalam berita pada umumnya yaitu 5W1H yang ini akan tertulis pada keterangan foto atau lazim disebut caption,” ucapnya.

SINDOnews Goes to Pesantren merupakan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-10 SINDOnews yang jatuh pada 4 Juli 2022. Kegiatan serupa sebelumnya digelar di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah dan Darunnajah, Jakarta, serta Ummul Quro Al-Islami, Bogor.
Redpel SINDOnews Andryanto Wisnuwidodo dalam paparan materinya menjelaskan cara menulis jurnalistik yang baik. Salah satu unsur penting dalam penulisan tersebut yakni konsep 5W1H. Elemen ini sangat penting karena berita atau tulisan yang baik harus lengkap.
“Sehingga tidak menimbulkan pertanyaan lagi bagi yang membaca. Seumpama menulis suatu peristiwa, harus dijelaskan apa peristiwa itu, terjadi kapan, di mana, mengapa dan bagaimana kok bisa terjadi,” kata redaktur yang kenyang pengalaman peliputan olahraga itu.
Sementara Ratman secara atraktif mengulas dasar-dasar foto jurnalistik. Menurut dia, siapa pun bisa memotret, tetapi tidak semua orang bisa menghasilkan foto jurnalistik. Ada banyak faktor yang menjadikan foto itu disebut sebagai karya jurnalistik. Salah satunya, foto itu disiarkan di media massa atau dengan kata lain diberitakan.
“Karena foto jurnalistik, dia harus memenuhi unsur-unsur jurnalistik seperti dalam berita pada umumnya yaitu 5W1H yang ini akan tertulis pada keterangan foto atau lazim disebut caption,” ucapnya.
(nnz)
Lihat Juga :