Marak Obat Herbal Ilegal, Ini Kata Pakar Biofarmaka Tropika IPB University
Jum'at, 30 September 2022 - 20:34 WIB
loading...
A
A
A
Ia mencontohkan pengembangan tanaman obat kunyit dan temulawak untuk mengetahui perbedaan kadar kurkuminoidnya. Fluktuasi farmakologi tanaman herbal ini dapat memiliki nilai yang beragam pada lokasi tanam berbeda. Pada tanaman pegagan, kadar madekassida, asiatikosida, asam madekasat dan asam asetat dapat mengalami fluktuasi pada waktu panen yang berbeda.
Baca juga: 15 Politeknik Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2022, Selalu Jadi Buruan Calon Mahasiswa
Dosen Divisi Kimia Analitik Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University ini melanjutkan, wacana untuk mengembangkan obat herbal jamu tersaintifikasi sudah ada sejak lama.
Karakteristik tanaman juga bersifat multikomponen sehingga harus ada kajian lebih lanjut. Dalam proses standarisasi, produsen akan dihadapkan oleh kompleksitas dan pemurniaan senyawanya.
“Tapi memang derajat kompleksitasnya besar sekali, sehingga nanti kita berhadapan dengan banyak senyawa, autentik atau tidaknya bahan baku itu akan menjadi diperlukan,” tambahnya.
Baca juga: 15 Politeknik Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2022, Selalu Jadi Buruan Calon Mahasiswa
Dosen Divisi Kimia Analitik Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University ini melanjutkan, wacana untuk mengembangkan obat herbal jamu tersaintifikasi sudah ada sejak lama.
Karakteristik tanaman juga bersifat multikomponen sehingga harus ada kajian lebih lanjut. Dalam proses standarisasi, produsen akan dihadapkan oleh kompleksitas dan pemurniaan senyawanya.
“Tapi memang derajat kompleksitasnya besar sekali, sehingga nanti kita berhadapan dengan banyak senyawa, autentik atau tidaknya bahan baku itu akan menjadi diperlukan,” tambahnya.
Lihat Juga :