Usung Semangat Sumpah Pemuda, Unika Atma Jaya Perluas Perkuliahan Digital
Jum'at, 28 Oktober 2022 - 11:40 WIB
loading...
A
A
A
Mendukung hal tersebut, Dr. Firman Kurniawan selaku akademisi, penulis dan pemerhati Komunikasi dan Budaya Digital mengatakan masyarakat Indonesia tidak ketinggalan dalam teknologi begitu juga dengan yang memiliki media sosial. Banyak UMKM dan proses pendjdikan di lakukan dalam dunia digital.
Media digital disambut sebagai sebuah peluang yang baik untuk masa depan digitalisasi Indonesia, salah satunya anak muda zaman sekarang didewasakan dengan Tik Tok dan Instagram. Peran perguruan tinggi sangat diperlukan dalam pengembangan digitalisasi, hal ini sejalan dengan perkembangan zaman saat ini.
Sementara itu, public figure sekaligus pelaku digital Nadia Soekarno mengungkapkan potensi digital itu besar. Namun, masyarakat belum punya kepeekan mengenai literasi media. “Menurut saya, harus ada kontrol dari atas (pemerintahan). Di Tik Tok sudah community guide lines dan kantornya sudah masuk di Indonesia. Harapannya, semakin bekerja sama dengan pemerintahan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Firman dan Nadi turut mengungkapkan bahwa dengan peluncuransitus web baru Atma, harapannya tidak semata-mata sebagai sarana komunikasi tetapi bagaimana sebuahsitus web dirawat dan semakin memenuhi kebutuhan konsumen.
Baca juga: Di Hadapan 1.569 Wisudawan Pascasarjana, Ini Pesan Rektor UGM
Kampus Unika Atma Jaya Jakarta memiliki 20 program studi berkualitas nasional dan internasional yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja saat ini. Unika Atma Jaya juga sudah mengantisipasi tantangan masa depan dengan memperluas perkuliahan digital, termasuk mengembangkan mata kuliah di metaverse yang dinyatakan dengan kolaborasi bersama PT. Wir Asia di 2022 ini.
Media digital disambut sebagai sebuah peluang yang baik untuk masa depan digitalisasi Indonesia, salah satunya anak muda zaman sekarang didewasakan dengan Tik Tok dan Instagram. Peran perguruan tinggi sangat diperlukan dalam pengembangan digitalisasi, hal ini sejalan dengan perkembangan zaman saat ini.
Sementara itu, public figure sekaligus pelaku digital Nadia Soekarno mengungkapkan potensi digital itu besar. Namun, masyarakat belum punya kepeekan mengenai literasi media. “Menurut saya, harus ada kontrol dari atas (pemerintahan). Di Tik Tok sudah community guide lines dan kantornya sudah masuk di Indonesia. Harapannya, semakin bekerja sama dengan pemerintahan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Firman dan Nadi turut mengungkapkan bahwa dengan peluncuransitus web baru Atma, harapannya tidak semata-mata sebagai sarana komunikasi tetapi bagaimana sebuahsitus web dirawat dan semakin memenuhi kebutuhan konsumen.
Baca juga: Di Hadapan 1.569 Wisudawan Pascasarjana, Ini Pesan Rektor UGM
Kampus Unika Atma Jaya Jakarta memiliki 20 program studi berkualitas nasional dan internasional yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja saat ini. Unika Atma Jaya juga sudah mengantisipasi tantangan masa depan dengan memperluas perkuliahan digital, termasuk mengembangkan mata kuliah di metaverse yang dinyatakan dengan kolaborasi bersama PT. Wir Asia di 2022 ini.
Lihat Juga :