Indonesia Bebas Karies 2030, FKG Usakti Kenalkan Aplikasi Pendeteksi Gigi Berlubang
Jum'at, 04 November 2022 - 21:56 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ratna Octavian Paparkan Pentingnya Preventive Dentistry di Universitas Katolik Maranatha
”Software interaktif yang berisi interaksi antara karies dan faktor risikonya yang akan muncul sebagai animasi suatu penilaian tingkat risiko karies beserta manajemennya. Software ini akan membantu pekerjaan dokter gigi untuk mengetahui profil kariogenik pasiennya, dan manajeman yang dapat dilakukan. Software ini dapat diunduh di website risikokaries.com,” katanya.
Keunggulan software ini adalah berdasarkan filosofi dan realita kedekatan ibu dan anak, valid karena base on research, praktis dan dapat diakses secara mudah dan gratis oleh semua Dokter Gigi di mana pun berada. Manfaat software ini adalah mampu mengidentifikasi individu rentan, motivasi-edukasi pasien, alat kontrol karies, manajemen efektif. Termasuk menjadi alat diagnostik klinik, sarana pemanggilan ulang, alat skrining, sarana evaluasi dan rekam medis, dan sebagainya.
”Penilaian risiko karies yang salah satunya dapat dilakukan dengan software ini, merupakan tindakan preventif level primer yang dapat menjadi salah satu pilar menuju Indonesia bebas karies 2030,” katanya.
”Software interaktif yang berisi interaksi antara karies dan faktor risikonya yang akan muncul sebagai animasi suatu penilaian tingkat risiko karies beserta manajemennya. Software ini akan membantu pekerjaan dokter gigi untuk mengetahui profil kariogenik pasiennya, dan manajeman yang dapat dilakukan. Software ini dapat diunduh di website risikokaries.com,” katanya.
Keunggulan software ini adalah berdasarkan filosofi dan realita kedekatan ibu dan anak, valid karena base on research, praktis dan dapat diakses secara mudah dan gratis oleh semua Dokter Gigi di mana pun berada. Manfaat software ini adalah mampu mengidentifikasi individu rentan, motivasi-edukasi pasien, alat kontrol karies, manajemen efektif. Termasuk menjadi alat diagnostik klinik, sarana pemanggilan ulang, alat skrining, sarana evaluasi dan rekam medis, dan sebagainya.
”Penilaian risiko karies yang salah satunya dapat dilakukan dengan software ini, merupakan tindakan preventif level primer yang dapat menjadi salah satu pilar menuju Indonesia bebas karies 2030,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :