Majukan Pertanian, IPB-UNUD Kembangkan MBKM Kampus Sawah Merdeka
Rabu, 09 November 2022 - 06:54 WIB
loading...
A
A
A
Mahmudi Siwi selaku Kepala Divisi Pelayanan dan Penyuluhan Masyarakat Digital di Tani Center IPB University, memperkenalkan aplikasi Digitani yang mampu memberikan solusi terkait permasalahan pertanian di era revolusi industri 4.0. Ia mengatakan bahwa aplikasi Digitani diciptakan sebagai tempat bagi para petani maupun civitas akademika di IPB University untuk melakukan diskusi terkait masalah pertanian yang sedang dihadapi.
Baca juga: Selamat, ITS Peringkat 1 Satker Terbaik dalam Pelaksanaan APBN
“Petani maupun akademisi di IPB University memiliki pengetahuan masing-masing yang perlu disalurkan. Oleh karena itu, aplikasi ini diciptakan agar petani dan pihak IPB University memiliki tempat untuk melakukan diskusi oleh kedua pihak secara mudah dan gratis,” ujar Mahmudi.
Niky Elfa Amanatillah selaku perwakilan dari Divisi Riset Dan Inovasi Pendidikan di Tani Center IPB University, memberikan informasi terkait MBKM PUSAKA yang terdiri dari dua bidang, yaitu produksi benih dan pengembangan masyarakat.
Ia mengatakan bahwa program MBKM PUSAKA dapat memberikan banyak manfaat kepada peserta, seperti mendapatkan 9 satuan kredit semester (SKS), menerapkan pendampingan secara langsung, mendapatkan kesempatan mentoring, serta berkontribusi dalam memajukan pertanian di Indonesia.
Baca juga: Selamat, ITS Peringkat 1 Satker Terbaik dalam Pelaksanaan APBN
“Petani maupun akademisi di IPB University memiliki pengetahuan masing-masing yang perlu disalurkan. Oleh karena itu, aplikasi ini diciptakan agar petani dan pihak IPB University memiliki tempat untuk melakukan diskusi oleh kedua pihak secara mudah dan gratis,” ujar Mahmudi.
Niky Elfa Amanatillah selaku perwakilan dari Divisi Riset Dan Inovasi Pendidikan di Tani Center IPB University, memberikan informasi terkait MBKM PUSAKA yang terdiri dari dua bidang, yaitu produksi benih dan pengembangan masyarakat.
Ia mengatakan bahwa program MBKM PUSAKA dapat memberikan banyak manfaat kepada peserta, seperti mendapatkan 9 satuan kredit semester (SKS), menerapkan pendampingan secara langsung, mendapatkan kesempatan mentoring, serta berkontribusi dalam memajukan pertanian di Indonesia.
(nnz)
Lihat Juga :