4 Sekolah Bisnis di Indonesia Telah Terakreditasi AACSB
Rabu, 09 November 2022 - 17:07 WIB
loading...
A
A
A
“Rata-rata sekolah bisnis dimanapun memerlukan waktu yang sama untuk mendapatkan akreditasi AACSB. Sekolah bisnis di Amerika, Eropa dan Asia Pasifik, mereka memerlukan proses perbaikan selama lima tahun terlebih dahulu dan dua tahun kemudian proses mendapatkan akreditasi,” paparnya.
Lamanya proses penilaian untuk mendapatkan akreditasi, kata Geoff, dikarenakan lembaga AACSB sangat menekankan pada upaya perbaikan berkelanjutan yang dilakukan setiap sekolah bisnis dalam aspek pendidikan, riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Namun begitu, riset yang dihasilkan oleh setiap sekolah bisnis diharuskan bisa memberi dampak yang lebih luas bagi masyarakat serta profil para pengajarnya yang mayoritas minimal sudah berpendidikan doktor. “Riset bukan semata hanya keperluan riset tapi yang berdampak pada masyarakat, pemerintah dan dunia bisnis. Lalu, staf pengajar ahli yang sudah bergelar doktor merupakan hal yang lumrah dari setiap sekolah bisnis di dunia,” katanya.
Baca juga: 6 Sekolah Kedinasan Pariwisata Terbaik di Indonesia
Geoff menuturkan lembaga AACSB tidak pernah mengintervensi misi dari setiap sekolah bisnis yang ingin mendaftar untuk mendapatkan akreditasi. Sebab, misi dari masing sekolah bisnis berbeda satu sama lain di setiap negara yang menyesuaikan dengan kondisi dari tujuan pendirian sekolah bisnis itu sendiri. “Setiap sekolah bisnis menentukan misi mereka masing-masing,” katanya.
Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari mengatakan, FEB UGM dan Lembaga AACSB menyelenggarakan forum information session dengan mengundang 34 pengelola sekolah bisnis di Indonesia. Dari Forum tersebut menurut Didi Achjari satu sama lain bisa berdiskusi dan bertukar pengalaman dalam usaha mendapatkan akreditasi.
Lamanya proses penilaian untuk mendapatkan akreditasi, kata Geoff, dikarenakan lembaga AACSB sangat menekankan pada upaya perbaikan berkelanjutan yang dilakukan setiap sekolah bisnis dalam aspek pendidikan, riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Namun begitu, riset yang dihasilkan oleh setiap sekolah bisnis diharuskan bisa memberi dampak yang lebih luas bagi masyarakat serta profil para pengajarnya yang mayoritas minimal sudah berpendidikan doktor. “Riset bukan semata hanya keperluan riset tapi yang berdampak pada masyarakat, pemerintah dan dunia bisnis. Lalu, staf pengajar ahli yang sudah bergelar doktor merupakan hal yang lumrah dari setiap sekolah bisnis di dunia,” katanya.
Baca juga: 6 Sekolah Kedinasan Pariwisata Terbaik di Indonesia
Geoff menuturkan lembaga AACSB tidak pernah mengintervensi misi dari setiap sekolah bisnis yang ingin mendaftar untuk mendapatkan akreditasi. Sebab, misi dari masing sekolah bisnis berbeda satu sama lain di setiap negara yang menyesuaikan dengan kondisi dari tujuan pendirian sekolah bisnis itu sendiri. “Setiap sekolah bisnis menentukan misi mereka masing-masing,” katanya.
Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari mengatakan, FEB UGM dan Lembaga AACSB menyelenggarakan forum information session dengan mengundang 34 pengelola sekolah bisnis di Indonesia. Dari Forum tersebut menurut Didi Achjari satu sama lain bisa berdiskusi dan bertukar pengalaman dalam usaha mendapatkan akreditasi.
Lihat Juga :