SMAN 1 Kawali Jadi Percontohan Sekolah Toleransi dan Antihoaks di Jabar
Jum'at, 11 November 2022 - 07:23 WIB
loading...
A
A
A
"Saya harap toleransi ini bukan hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga di masyarakat. Bahkan, siswa siswi ini harus bisa mengajak masyarakat untuk menjaga toleransi," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Dedi Supandi menjelaskan, sekolah toleransi dan antihoaks juga bertujuan untuk membentuk karakter siswa agar memiliki jiwa nasionalisme dan mampu menangkal isu intoleransi.
"Pelajar sangat rentan dimasuki isu intoleransi, maka harus ditanamkan dari sekarang soal toleransi ini," kata Dedi.
Mengutip pernyataan Presiden Soekarno pada 1 Juni 1945, yakni "Kita mendirikan suatu negara, negara kebangsaan Indonesia yang kita semua harus mendukungnya. Semua buat semua!". Menurutnya, lewat pernyatan Bung Karno itu, setiap warga negara wajib saling menghormati tanpa memandang suku, agama, rasa, dan golongannya.
"Prinsip kebhinekaan mewajibkan kita untuk menanggalkan kepentingan pribadi atau golongan dan memposisikan urusan bangsa sebagai prioritas tertinggi,"tegas Dedi.
Dedi pun mendorong sekolah toleransi dan antihoaks dapat diterapkan di seluruh sekolah di Jabar, termasuk di lingkungan masyarakat.
"Siswa siswi ini harus menjadi ujung tombak toleransi untuk mencegah berbagai potensi perpecahan," tandas Dedi.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Dedi Supandi menjelaskan, sekolah toleransi dan antihoaks juga bertujuan untuk membentuk karakter siswa agar memiliki jiwa nasionalisme dan mampu menangkal isu intoleransi.
"Pelajar sangat rentan dimasuki isu intoleransi, maka harus ditanamkan dari sekarang soal toleransi ini," kata Dedi.
Mengutip pernyataan Presiden Soekarno pada 1 Juni 1945, yakni "Kita mendirikan suatu negara, negara kebangsaan Indonesia yang kita semua harus mendukungnya. Semua buat semua!". Menurutnya, lewat pernyatan Bung Karno itu, setiap warga negara wajib saling menghormati tanpa memandang suku, agama, rasa, dan golongannya.
"Prinsip kebhinekaan mewajibkan kita untuk menanggalkan kepentingan pribadi atau golongan dan memposisikan urusan bangsa sebagai prioritas tertinggi,"tegas Dedi.
Dedi pun mendorong sekolah toleransi dan antihoaks dapat diterapkan di seluruh sekolah di Jabar, termasuk di lingkungan masyarakat.
"Siswa siswi ini harus menjadi ujung tombak toleransi untuk mencegah berbagai potensi perpecahan," tandas Dedi.
(mpw)
Lihat Juga :