Dosen ITS Jadi Penerima Habibie Prize Termuda dalam Sejarah, Ini Profilnya

Jum'at, 11 November 2022 - 09:48 WIB
loading...
Dosen ITS Jadi Penerima...
Momen Dosen ITS Naufan Noordyanto menerima penghargaan Habibie Prize Tahun 2022 Bidang Ilmu Filsafat, Agama, dan Kebudayaan. Foto/Tangkap layar laman ITS.
A A A
JAKARTA - Melalui kerja keras, dedikasi, dan ambisi yang tinggi, dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS ) Naufan Noordyanto mampu membuktikan prestasi sebagai penerima penghargaan bergengsi Habibie Prize. Bahkan dia dinobatkan sebagai penerima termuda dalam sejarah.

Dosen Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) ITS yang notabene berasal dari kampus teknologi ini berhasil terpilih sebagai penerima Habibie Prize Tahun 2022 untuk Bidang Ilmu Filsafat, Agama, dan Kebudayaan yang diserahkan dalam acara yang bertempat di Gedung BRIN Jakarta. Selain sebagai penerima termuda, Naufan yang masih berusia 32 tahun ini juga mencetak rekor sebagai penerima Habibie Prize yang pertama dari ITS.

Ahli di bidang kebudayaan lewat karya kesenian, Naufan memberanikan diri mendaftar dalam seleksi penghargaan Habibie Prize Tahun 2022 lewat jalur institusi yakni ITS. Naufan mengungkapkan, ia berfokus dalam intensitas kegiatan dalam mencipta karya seni sebagai produk pengetahuan terutama di bidang desain, yang kemudian ia daftarkan di penghargaan ini. “Reputasi yang saya apply dibuktikan dengan pengalaman kegiatan, rekognisi dari dunia internasional, serta kegunaannya,” katanya, dikutip dari laman ITS, Jumat (11/11/2022).

Baca juga: Prilly Latuconsina Kembali Jadi Dosen Praktisi di UGM, Apa yang Diajarkan?

Walaupun terbilang masih cukup muda, lelaki asal Pamekasan, Madura ini telah memiliki segudang prestasi dan mengenyam berbagai pengalaman di tingkat lokal, nasional, serta internasional. Naufan telah mempublikasikan sekitar 300 karyanya dalam lebih dari 200 event atau festival, publikasi seni atau desain internasional, serta tidak kurang dari 20 event dan festival seni nasional. “Adapun karya tersebut total sudah dipamerkan di 45 negara di dunia,” lanjut Naufan.

Hebatnya lagi, berbagai karya Naufan pernah dievaluasi dan dipamerkan bersama dengan karya para tokoh desain populer dunia. Sebut saja David Carson, Niklaus Troxler, Milton Glaser, Ivan Chermayeff, Armando Milani, dan sebagainya. “Kalo di DKV, teori dari tokoh-tokoh tersebut juga menjadi bahan ajar kami, Alhamdulillah saya pernah pameran juga bersama karya mereka,” ucapnya bangga.

Salah satu karya Naufan yang berupa poster juga pernah digunakan dalam konferensi perubahan iklim pada tahun 2021 di Skotlandia. Di skala nasional, lima karyanya terpilih sebagai lima desain maskot terpilih dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kota Serang, Kabupaten Belitung, Lumajang, Sampang, dan Pamekasan. “Saya juga terlibat dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan ITS untuk kebermanfaatan masyarakat, serta proyek-proyek non-profit di Pamekasan,” sambungnya.

Dosen yang menjadi bagian dari Dewan Kesenian Kabupaten Pamekasan ini mengaku mendapat banyak dukungan dan bantuan dari ITS. Ia mengucapkan apresiasi yang besar, khususnya terhadap jajaran pimpinan ITS, pimpinan Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD), serta manajemen departemen DKV ITS. “Mereka banyak mendukung terutama saat menyambut tamu dari BRIN ketika datang ke DKV dalam rangka membuat profil saya untuk penganugerahan nanti,” ungkapnya.

Baca juga: SMAN 1 Kawali Jadi Percontohan Sekolah Toleransi dan Antihoaks di Jabar

Terkait dengan hal tersebut, Naufan berujar bahwa prestasi yang ia dapatkan saat ini merupakan hasil kerja keras bersama, bukan hanya dari dirinya seorang. Penghargaan Habibie Prize tidak akan ia raih bilamana tidak ada dukungan dari segenap sivitas akademika ITS. “ Ini prestasi bersama, bukan cuma saya yang dapat, tapi juga ITS,” ungkapnya.

Naufan berpesan kepada seluruh sivitas akademika ITS dan anak muda lainnya untuk tidak pernah berhenti belajar dan berkarya dalam mengembangkan teori, pengetahuan, serta menerapkannya dengan visi-visi baru. “Mari bersama-sama untuk terus mengharumkan nama ITS dengan cara apapun di bidang kompetensi kita masing-masing, sehingga semakin banyak sivitas akademika ITS lain yang memperoleh rekognisi di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
ITS Raih Peringkat 497...
ITS Raih Peringkat 497 Dunia di QS WUR 2027, Unggul pada Rasio Mahasiswa Internasional
Disertasi Doktor Komunikasi...
Disertasi Doktor Komunikasi Ungkap Bahaya Ketergantungan pada AI Smartwatch
2.468 Peserta SNBT 2026...
2.468 Peserta SNBT 2026 Diterima di ITS, Cek Jadwal Daftar Ulangnya
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan ITSafe, Peta Digital Area Rawan Pelecehan dan Catcalling
ITS Buka Jalur Mandiri...
ITS Buka Jalur Mandiri SMITS FLAT dan ACE 2026, Bebas Uang Pangkal di Jalur Beasiswa
Kemendiktisaintek Luncurkan...
Kemendiktisaintek Luncurkan Program Bestari Saintek 2026, Danai 122 Tim Riset
Skandal Riset Palsu...
Skandal Riset Palsu Internasional, Mendiktisaintek Ungkap 4 Terduga Pelaku Lulusan UNY
Jadi Sekolah Unggulan,...
Jadi Sekolah Unggulan, SMA Al Hikmah Surabaya Bangun Pembelajaran Berbasis Riset-Karakter
Kasus Riset Palsu Demi...
Kasus Riset Palsu Demi Plesiran, Mendiktisaintek Ungkap Temuan Awal
Rekomendasi
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
Berita Terkini
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved