Sejarah STOVIA, Sekolah Kedokteran Zaman Belanda Penghasil Pahlawan Nasional Indonesia
Jum'at, 11 November 2022 - 15:12 WIB
loading...
STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) merupakan salah satu sekolah yang didirikan oleh Belanda untuk Pribumi. Foto DOK ist
A
A
A
JAKARTA - STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) merupakan salah satu sekolah yang didirikan oleh Belanda untuk Pribumi. Dibangun sejak abad ke-19, sekolah yang dikenal sebagai Sekolah Dokter Djawa ini berada di Batavia zaman Hindia Belanda .
Dikutip dari ditsmp.kemdikbud.go.id, dibentuknya sekolah ini dikarenakan kala itu sedang terjadi wabah penyakit yang tersebar di Pulau Jawa yang membuat Pemerintah Belanda mengalami kesulitan.
Baca juga : Ini Alasan Stovia Akhirnya Harus Dibentuk Oleh Belanda
Untuk membawa tenaga dokter dari Eropa diperlukan biaya yang tidak sedikit. Ketimbang membawa tenaga kesehatan Pemerintah Belanda berpikir untuk mendirikan sekolah kedokteran.
Pemerintah Hindia Belanda lantas membentuk STOVIA dalam rangka membentuk pendidikan medis untuk pribumi agar dapat menghasilkan dokter yang cakap dalam bidang kesehatan.
Menurut Jurnal bertajuk Perkembangan Sekolah Kedokteran STOVIA di Batavia, Sekolah ini bertujuan untuk mendidik tenaga kesehatan tingkat rendah dengan syarat calon siswa baru harus dari kalangan elit Jawa.
Dikutip dari ditsmp.kemdikbud.go.id, dibentuknya sekolah ini dikarenakan kala itu sedang terjadi wabah penyakit yang tersebar di Pulau Jawa yang membuat Pemerintah Belanda mengalami kesulitan.
Baca juga : Ini Alasan Stovia Akhirnya Harus Dibentuk Oleh Belanda
Untuk membawa tenaga dokter dari Eropa diperlukan biaya yang tidak sedikit. Ketimbang membawa tenaga kesehatan Pemerintah Belanda berpikir untuk mendirikan sekolah kedokteran.
Pemerintah Hindia Belanda lantas membentuk STOVIA dalam rangka membentuk pendidikan medis untuk pribumi agar dapat menghasilkan dokter yang cakap dalam bidang kesehatan.
Menurut Jurnal bertajuk Perkembangan Sekolah Kedokteran STOVIA di Batavia, Sekolah ini bertujuan untuk mendidik tenaga kesehatan tingkat rendah dengan syarat calon siswa baru harus dari kalangan elit Jawa.
Lihat Juga :