7 Kampus Ternama Deklarasikan Development Studies Association-Indonesia
Jum'at, 11 November 2022 - 17:33 WIB
loading...
Ketua Development Studies Association - Indonesia (DSA-Indonesia) yang juga Kepala Departemen Studi Pembangunan ITS Dr Arfan Fahmi. Foto/Humas ITS.
A
A
A
JAKARTA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS ) bekerja sama dengan beberapa universitas di Indonesia berinisiatif mendeklarasikan Asosiasi Studi Pembangunan-Indonesia (DSA-Indonesia). Asosiasi ini dibentuk guna meningkatkan kualitas dan sinergi antar program studi (prodi) Studi Pembangunan di Indonesia.
Diketuai oleh Kepala Departemen Studi Pembangunan ITS Dr Arfan Fahmi, asosiasi Studi Pembangunan tersebut menaungi tujuh universitas ternama di Indonesia. Antara lain Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Andalas, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Lampung (Unila), Universitas Lambung Mangkurat, dan ITS sendiri.
Baca juga: Daftar 25 Universitas Terbaik Asia Versi QS AUR 2023, Kampus di China Ini No 1
Langkah ini merupakan keberlanjutan dari Konsorsium Studi Pembangunan Indonesia (KSPI) yang telah dilaksanakan pada Februari 2009 lalu. Arfan Fahmi bersama dengan segenap ketua prodi Studi Pembangunan dari beberapa universitas di Indonesia tersebut menyepakati bahwa prodi Studi Pembangunan merupakan prodi dengan urgensi kebutuhan yang sangat tinggi, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia.
Berdasarkan hal tersebut, Arfan dan keenam anggota dari DSA-Indonesia meyakini bahwa perlu adanya standarisasi kurikulum dalam pengembangan, perencanaan, dan pelaksanaan pada prodi Studi Pembangunan ke depannya. “Asosiasi kami mengadopsi teori-teori pokok dari Studi Pembangunan, yaitu etika, politik, sosial, dan kebijakan pemerintah,” tutur Arfan, melalui siaran pers, Jumat (11/11/2022).
Dengan mengadopsi keempat teori tersebut, DSA-Indonesia berencana memajukan serta mengharmonisasi kualitas maupun daya tarik dari studi pembangunan. Tidak hanya pada studi pembangunannya saja, DSA-Indonesia juga berharap mampu mencetak sumber daya studi pembangunan yang berkualitas dan mumpuni.
Dengan begitu, masyarakat dapat semakin menyadari eksistensi dari prodi Studi Pembangunan serta sejuta perannya untuk berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Perwakilan Studi Pembangunan dari ITB, Suhirman, turut menyampaikan aspirasinya mengenai DSA-Indonesia. “Kami juga menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mengembangkan DSA-Indonesia,” ucapnya.
Diketuai oleh Kepala Departemen Studi Pembangunan ITS Dr Arfan Fahmi, asosiasi Studi Pembangunan tersebut menaungi tujuh universitas ternama di Indonesia. Antara lain Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Andalas, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Lampung (Unila), Universitas Lambung Mangkurat, dan ITS sendiri.
Baca juga: Daftar 25 Universitas Terbaik Asia Versi QS AUR 2023, Kampus di China Ini No 1
Langkah ini merupakan keberlanjutan dari Konsorsium Studi Pembangunan Indonesia (KSPI) yang telah dilaksanakan pada Februari 2009 lalu. Arfan Fahmi bersama dengan segenap ketua prodi Studi Pembangunan dari beberapa universitas di Indonesia tersebut menyepakati bahwa prodi Studi Pembangunan merupakan prodi dengan urgensi kebutuhan yang sangat tinggi, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia.
Berdasarkan hal tersebut, Arfan dan keenam anggota dari DSA-Indonesia meyakini bahwa perlu adanya standarisasi kurikulum dalam pengembangan, perencanaan, dan pelaksanaan pada prodi Studi Pembangunan ke depannya. “Asosiasi kami mengadopsi teori-teori pokok dari Studi Pembangunan, yaitu etika, politik, sosial, dan kebijakan pemerintah,” tutur Arfan, melalui siaran pers, Jumat (11/11/2022).
Dengan mengadopsi keempat teori tersebut, DSA-Indonesia berencana memajukan serta mengharmonisasi kualitas maupun daya tarik dari studi pembangunan. Tidak hanya pada studi pembangunannya saja, DSA-Indonesia juga berharap mampu mencetak sumber daya studi pembangunan yang berkualitas dan mumpuni.
Dengan begitu, masyarakat dapat semakin menyadari eksistensi dari prodi Studi Pembangunan serta sejuta perannya untuk berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Perwakilan Studi Pembangunan dari ITB, Suhirman, turut menyampaikan aspirasinya mengenai DSA-Indonesia. “Kami juga menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mengembangkan DSA-Indonesia,” ucapnya.
Lihat Juga :