Orang Tua, Ini 7 Cara Mendidik Anak untuk Berpikir Kritis

Minggu, 13 November 2022 - 15:39 WIB
loading...
Orang Tua, Ini 7 Cara...
Mendidik anak untuk berpikir kritis sejak dini penting dilakukan oleh orang tua. Foto/Dok/Pendidikan Inklusi Cikal.
A A A
JAKARTA - Mengajarkan anak untuk bisa selalu bertanya mendalam dengan membuatnya berpikir kritis bukan lah hal yang mudah. Namun hal itu bukan mustahil untuk dilakukan.

Mengajari anak untuk bersikap kritis menjadi penting pada saat ini. Terlebih saat banyak kabar-kabar atau informasi hoaks yang merajalela di internet.

Dengan berpikir kritis maka anak pun bisa menyerap informasi yang penting bagi dirinya namun juga tidak mudah menganggap benar semua informasi yang tidak mereka ketahui.

Lalu bagaimana cara mengajarkan anak untuk berpikir kritis sejak dini? Dikutip dari laman Ruangguru, berikut ini 7 langkah yang bisa dilakukan orang tua.

Baca juga: SMAN 1 Kawali Jadi Percontohan Sekolah Toleransi dan Antihoaks di Jabar

1. Dorong anak untuk lebih banyak bertanya

Bertanya adalah kunci. Segala sesuatu yang ada di dunia tercipta bahkan awalnya karena sebuah pertanyaan. Dorong anak untuk selalu bertanya akan segala hal, mulai dari yang remeh-temeh, yang paling membuatnya penasaran. Hal itu akan membuat anak bisa berpikir kritis ke depannya.

2. Kurangi memberikan jawaban secara langsung

Bila anak sudah banyak bertanya sesuatu kepada orang tua, usahakan jangan langsung memberikan jawabannya, hal itu akan membuat anak merasa cepat puas. Alhasil, anak tidak terbiasa berpikir karena selalu disuguhi jawaban dari rasa ingin tahu mereka.

3. Beri anak pertanyaan terbuka

Dibanding memberikan jawaban secara otomatis dari setiap pertanyaan anak, cobalah untuk mengajukan pertanyaan balik. Bantu mereka untuk berpikir kritis dengan kembali memberi beberapa pertanyaan. Misalnya, ketika sang buah hati bertanya mengenai suatu topik, Ayah/Bunda bisa bertanya pendapat mereka terlebih dahulu. Lalu, Anda bisa kembali mengajukan pertanyaan mengenai opini mereka terkait pendapat sebelumnya.

Baca juga: Regulasi Kunci Mewujudkan Pendidikan Berkualitas di Indonesia

4. Dorong anak rajin mencari referensi sendiri

Hal ini setali tiga uang dengan jangan terlalu sering memberikan jawaban langsung terhadap pertanyaan anak. Ajak anak untuk mencari jawabannya sendiri, salah satunya lewat Ruangguru. Tapi, ajari juga bahwa mereka harus bisa menyaring informasi dengan baik. Dengan begitu, selain akan membuat anak menjadi kritis, kegiatan ini juga akan menumbuhkan minat baca anak dan membuat mereka memiliki wawasan baru.

5. Biarkan anak bereksplorasi

Sebagai orang tua, pasti selalu ingin membimbing atau mengarahkan anak dalam melakukan segala hal. Namun, sering kali, hal ini membatasi anak untuk bertindak dengan caranya sendiri. Ketika anak dihadapkan pada masalah, orang tua akan mengambil alih untuk menyelesaikannya. Akibatnya, anak terbiasa bergantung pada orang tua. Mereka tidak dibiasakan berpikir untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Oleh karena itu, Ayah/Bunda perlu memberikan mereka kepercayaan untuk bereksplorasi.

6. Buat keberpihakan

Ketika anak sudah mendapatkan referensi jawabannya, lakukan diskusi kecil kepada anak-anak. Setelah anak-anak membaca referensinya, tanyakan apakah dia setuju dengan penulisnya atau tidak. Minta mereka menjelaskan mengapa mereka setuju dan mengapa mereka tidak setuju.

7. Jangan menghakimi

Misalkan anak-anak melakukan suatu kesalahan, kita tidak perlu langsung memarahinya atau memberikannya nasihat. Cukup tanyakan dulu kenapa si anak melakukan kesalahan itu, atau cari tahu apa tujuan mereka melakukannya dengan pendekatan yang tidak membuat sang anak merasa diinterograsi.

Itulah beberapa tips melatih anak berpikir kritis yang bisa orang tua terapkan untuk si kecil. Semoga informasi ini bermanfat ya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Pulau Arar...
Kunjungi Pulau Arar Papua, Mendikdasmen Tegaskan Akses Pendidikan Anak di Daerah Terpencil
Cara Akses Platform...
Cara Akses Platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen untuk Guru, Siswa, dan Orang Tua
Wamen Stella dan Pramono...
Wamen Stella dan Pramono Anung Bahas Jakarta Jadi Pusat Pendidikan Internasional
Hardiknas 2026, Mendikdasmen...
Hardiknas 2026, Mendikdasmen Sampaikan Terima Kasih kepada Guru di Seluruh Indonesia
Tema dan Logo Hardiknas...
Tema dan Logo Hardiknas 2026 Lengkap dengan Makna dan Link Unduhan Resmi
Relawan Perempuan Astra...
Relawan Perempuan Astra Perkuat Kualitas Pendidikan di Sumba Timur
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Rekomendasi
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Berita Terkini
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Universitas Padjadjaran...
Universitas Padjadjaran Masuk Peringkat 496 Dunia dalam QS WUR 2027
Daftar 4 PTS yang Tembus...
Daftar 4 PTS yang Tembus QS World University Rankings 2027, Ada Kampusmu?
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved