Gandeng Kampus, Kepala BSKDN: Daerah Perlu Manfaatkan Saintek dan Inovasi dalam Pelayanan Publik

Kamis, 17 November 2022 - 23:08 WIB
loading...
Gandeng Kampus, Kepala BSKDN: Daerah Perlu Manfaatkan Saintek dan Inovasi dalam Pelayanan Publik
Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri ) Yusharto Huntoyungo mengimbau daerah menerapkan sains dan teknologi (saintek) serta inovasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional Inovasi , Teknologi, dan Sosial Provinsi Sumatera Selatan secara daring dari Ruang Video Conference BSKDN Jakarta, Kamis (17/11/2022).

Baca juga: Gandeng 2 PTN Terbaik, BSKDN Kemendagri Perkuat Pembinaan Inovasi terhadap Daerah

Dalam paparannya, Yusharto menyampaikan revolusi industri 4.0 yang sedang dihadapi Indonesia saat ini menimbulkan kesenjangan di berbagai bidang. Kondisi tersebut sedikit banyak berpengaruh pada ketercapaian pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Develompment Goals (SDGs).

Karena itu, dirinya mengimbau kepada seluruh pihak untuk sama-sama mengawal ketercapaian SDGs dengan mengoptimalkan pemanfaatan saintek dan inovasi di daerah masing-masing.

"Daerah perlu meningkatkan pemanfaatan sains, teknologi dan inovasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan lainnya agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat," jelas Yusharto.

Baca juga: Ini 7 Jurusan Kuliah yang Bisa Berkarier di KAP Big Four, Gaji Fantastis

Lebih lanjut, Yusharto menyampaikan sejumlah tujuan SDGs sebagai agenda pembangunan global sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 111 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Tujuan tersebut meliputi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat, keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, kualitas lingkungan hidup dan pembungan yang inklusif, serta terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

"Tahun 2045 Indonesia diprediksi masuk pada periode emasnya, dengan struktur ekonomi mirip dengan negara maju yang didominasi oleh ekonomi berbasis jasa dan IPTEK, dengan begitu maka inovasi menjadi ujung tombak negara untuk menyongsong masa depan Indonesia yang lebih baik," ungkap Yusharto.

Dalam kesempatan tersebut, Yusharto juga turut mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang telah menyelenggarakan webinar tersebut. Dirinya mengaku dapat merasakan semangat dan motivasi penyelenggara dalam mendukung tercapainya tujuan-tujuan SDGs.

"Saya dapat merasakan semangat dan motivasi yang kuat pemerintah daerah Sumatera Selatan dalam mengawal pembangunan daerah yang menyejahterahkan, inklusif, dan berkelanjutan," katanya.
(mpw)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1447 seconds (11.97#12.26)