Tak Sekadar Dituntut Kualitas, Kebutuhan Sekolah pun Perlu Diperhatikan
Rabu, 23 November 2022 - 21:41 WIB
loading...
Direktur Utama Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja dalam FGD Peningkatan Sebaran Pendidikan Berkualitas: Merumuskan Konsensus Pemerintah, Sekolah, dan Guru di Jambi, Rabu (23/11/2022). Foto/Ist
A
A
A
JAMBI - Tenaga Pendidik memang berperan penting pada upaya peningkatan sebaran pendidikan berkualitas . Namun, tuntutan tersebut perlu ditunjang oleh kecukupan sarana prasarana dasar.
Pemerintah, selain meminta guru untuk ikut pelatihan digital, perlu dipikirkan juga bagaimana untuk melengkapi sekolah dengan sarana internet yang memadai.
Baca juga: Pendidikan Berkualitas Kunci Kemajuan Bangsa
Seperti cerita Mutia Lafrida, Kepala SDN 173 Tanjung Benanak yang harus mendirikan tenda di puncak bukit dan memasang empat penguat sinyal agar bisa mengakses portal digital yang wajib untuk guru.
Meski begitu sinyalnya tetap lemah. Ditambah lagi listrik di sana mati 3 sampai 4 kali sehari. Selain persoalan infrastruktur, sekolah yang terletak di pedalaman Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini juga kekurangan tenaga guru.
“Ada 9 tenaga pengajar, 6 di antaranya tenaga honorer, tapi ketika ada ujian pengangkatan PPPK, mereka yang sudah 12 tahun mengabdi ternyata tidak terdaftar. Saya sangat sedih," kata Mutia dalam keterangan pers, Rabu (23/11/2022).
Baca juga: Synergy Policies Perkuat Jaringan Kerja Sama Antarsekolah, Guru, dan Instansi Pemerintah
Meski di tengah segala keterbatasan, dia bersyukur sekolahnya bisa berjalan dengan baik berkat partisipasi masyarakat dan orang tua murid. Apalagi kemudian ada mitra pembangunan Tanoto Foundation yang memberikan pelatihan bagi para guru dan kepala sekolah.
Pemerintah, selain meminta guru untuk ikut pelatihan digital, perlu dipikirkan juga bagaimana untuk melengkapi sekolah dengan sarana internet yang memadai.
Baca juga: Pendidikan Berkualitas Kunci Kemajuan Bangsa
Seperti cerita Mutia Lafrida, Kepala SDN 173 Tanjung Benanak yang harus mendirikan tenda di puncak bukit dan memasang empat penguat sinyal agar bisa mengakses portal digital yang wajib untuk guru.
Meski begitu sinyalnya tetap lemah. Ditambah lagi listrik di sana mati 3 sampai 4 kali sehari. Selain persoalan infrastruktur, sekolah yang terletak di pedalaman Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini juga kekurangan tenaga guru.
“Ada 9 tenaga pengajar, 6 di antaranya tenaga honorer, tapi ketika ada ujian pengangkatan PPPK, mereka yang sudah 12 tahun mengabdi ternyata tidak terdaftar. Saya sangat sedih," kata Mutia dalam keterangan pers, Rabu (23/11/2022).
Baca juga: Synergy Policies Perkuat Jaringan Kerja Sama Antarsekolah, Guru, dan Instansi Pemerintah
Meski di tengah segala keterbatasan, dia bersyukur sekolahnya bisa berjalan dengan baik berkat partisipasi masyarakat dan orang tua murid. Apalagi kemudian ada mitra pembangunan Tanoto Foundation yang memberikan pelatihan bagi para guru dan kepala sekolah.
Lihat Juga :