Pendidikan Berkualitas Kunci Kemajuan Bangsa

Rabu, 23 November 2022 - 20:48 WIB
loading...
Pendidikan Berkualitas Kunci Kemajuan Bangsa
Murid di pojok baca sekolah SD Negeri No. 122353 Jl. Sisingamangaraja, Kec. Siantar Utara, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara. Foto/Ist
A A A
MEDAN - Sumber daya manusia ( SDM ) berkualitas merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya kemajuan bangsa. Diperlukan komitmen yang tinggi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus mengawal sebaran pendidikan berkualitas agar tercipta SDM yang andal dan unggul.

Gubernur Sumatera Utara , Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi mengatakan bahwa kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya.

Baca juga: Synergy Policies Perkuat Jaringan Kerja Sama Antarsekolah, Guru, dan Instansi Pemerintah

“Kunci kemajuan sumber daya manusia ada pada pendidikan yang berkualitas dan merata,” terang Edy dalam sambutannya pada Diskusi Publik bertajuk “Peningkatan Sebaran Pendidikan Berkualitas: Merumuskan Konsensus Pemerintah, Sekolah, dan Guru di Provinsi Sumatera Utara.

Diskusi publik yang diselenggarakan Synergy Policies dan didukung oleh Tanoto Foundation ini dihadiri oleh 190 peserta. Dalam diskusi itu, mereka sepakat untuk mendorong empat rekomendasi utama.

Pertama, mendorong transparansi, akuntabilitas dan kesamaan visi untuk meningkatkan sebaran pendidikan berkualitas di provinsi Sumatera Utara.

Baca juga: TGB kepada Mahasiswa UIN Jakarta: Tak Ada Alasan Sulit Belajar Bahasa Arab

Kedua, terbentuknya kebijakan dan regulasi di daerah yang menunjang kegiatan saling belajar antar guru dan kegiatan-kegiatan sekolah yang berpusat pada siswa.

Ketiga, melahirkan kontrak komitmen antara pemerintah daerah dengan guru dan kepala sekolah untuk mencapai target kinerja sekolah.

keempat, partisipasi aktif dari segenap unsur pendidikan termasuk mitra pembangunan dan industri dalam pembangunan infrastruktur dan sumberdaya manusia bidang pendidikan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1400 seconds (10.177#12.26)