Sandiaga Uno Pacu Poltekpar NHI Bandung Ciptakan SDM Berkualitas Global
Jum'at, 25 November 2022 - 18:48 WIB
loading...
A
A
A
"Pekerjaan pembangunan kampus baru Poltekpar NHI ini ditargetkan akan selesai pada tahun 2025," ujar Andar Danova L. Goeltom.
Satu fakta menarik yang dipastikan dapat menjadi nilai tambah, Kampus Dayeuhkolot Poltekpar NHI Bandung yang saat ini dibangun diketahui merupakan kampus pariwisata terbesar dan terluas di dunia dengan luas sebesar 340.000 m2 atau 34 hektare.
Mengalahkan kampus Tourism and Culture College of Yunnan University China dengan luas 300.000 m2 atau 30 hektare dan kampus Sichuan Tourism University China dengan luas 270.000 m2 atau 27 hektare.
"Penelusuran yang kami lakukan khusus kepada institusi pendidikan dengan mempergunakan seluruh area kampus sebagai penyelenggaraan pendidikan pariwisata yang tidak bersanding dengan keilmuan atau fakultas lainnya di dalam kawasan," kata Andar.
Hal ini menjadi sebuah kebanggaan sekaligus value added bagi Politeknik Pariwisata NHI Bandung sebagai kampus pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang tak hanya menjadi kampus pariwisata tertua di Asia Pasifik, namun juga menjadi the biggest tourism school in the world," tambahnya.
Ia mengharapkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak untuk dapat ikut serta bersama-sama mengawal proses pembangunan kampus.
"Kurikulum yang kita gunakan sekarang adalah kurikulum ASEAN, namanya The ASEAN Mutual Recognition Arrangement on Tourism Professionals (ASEAN MRA-TP). Jadi pemenuhan sudah ke sana sehingga pendukungnya dari sisi fisik kami sesuaikan dan sinkronisasi dari kurikulumnya," ujarnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani; Inspektur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Restog Krisna Kusuma; Staf Khusus Menteri Bidang Akuntabilitas Pengawasan dan Reformasi Birokrasi, Irjen Pol. Krisnandi; Inspektur I Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bayu Aji; Kepala Pusat Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Faisal; serta Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Jawa Barat, Asep N. Mulyana.
Satu fakta menarik yang dipastikan dapat menjadi nilai tambah, Kampus Dayeuhkolot Poltekpar NHI Bandung yang saat ini dibangun diketahui merupakan kampus pariwisata terbesar dan terluas di dunia dengan luas sebesar 340.000 m2 atau 34 hektare.
Mengalahkan kampus Tourism and Culture College of Yunnan University China dengan luas 300.000 m2 atau 30 hektare dan kampus Sichuan Tourism University China dengan luas 270.000 m2 atau 27 hektare.
"Penelusuran yang kami lakukan khusus kepada institusi pendidikan dengan mempergunakan seluruh area kampus sebagai penyelenggaraan pendidikan pariwisata yang tidak bersanding dengan keilmuan atau fakultas lainnya di dalam kawasan," kata Andar.
Hal ini menjadi sebuah kebanggaan sekaligus value added bagi Politeknik Pariwisata NHI Bandung sebagai kampus pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang tak hanya menjadi kampus pariwisata tertua di Asia Pasifik, namun juga menjadi the biggest tourism school in the world," tambahnya.
Ia mengharapkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak untuk dapat ikut serta bersama-sama mengawal proses pembangunan kampus.
"Kurikulum yang kita gunakan sekarang adalah kurikulum ASEAN, namanya The ASEAN Mutual Recognition Arrangement on Tourism Professionals (ASEAN MRA-TP). Jadi pemenuhan sudah ke sana sehingga pendukungnya dari sisi fisik kami sesuaikan dan sinkronisasi dari kurikulumnya," ujarnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani; Inspektur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Restog Krisna Kusuma; Staf Khusus Menteri Bidang Akuntabilitas Pengawasan dan Reformasi Birokrasi, Irjen Pol. Krisnandi; Inspektur I Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bayu Aji; Kepala Pusat Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Faisal; serta Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Jawa Barat, Asep N. Mulyana.
(mpw)
Lihat Juga :