Kompetisi TMTIC 2022, SKSG UI Dorong Hasil Inovasi Raih HAKI
Kamis, 08 Desember 2022 - 15:08 WIB
loading...
A
A
A
“Sebelumnya adalah tesis kompetisi, sekarang kita buat lebih luas lagi dan dalam karena ada inovoasi sehingga tidak hanya sebatas tesis saja sehingga umum juga bisa ikut. Inovasi menjadi hal yang dibutuhkan jadi transformasi yang keempat kita lakukan,” ungkapnya.
Baca juga: 10 PTN dengan Fakultas dan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia, Referensi SNBP-SNBT 2023
Dalam kompetisi kali ini pihaknya mendorong kemajuan inovasi di kalangan anak muda. Inovasi yang dimaksud adalah yang dapat dirasakan langsung manfaatnya bagi masyarakat. Menurutnya saat ini kemajuan inovasi sudah sangat besar. Hanya saja perspektifnya perlu dibekali dengan yang lebih lengkap.
“Misalnya soal lingkungan, tidak hanya gadget tapi harus punya operasionalisasinya di kenyataan harus konkrit. Salah satunya tadi ada dari finalis mengenai implan dan mangrove digital. Itu kan inovasi yang membumi dan dekat dengan masyarakat sehingga bisa dinikmati langsung,” tegasnya.
Pihaknya juga mendorong agar inovasi tersebut bisa mendapatkan hak paten. Sehingga ketika diimplementasikan di masyarakat tidak terjadi duplikasi. “Kalau hanya aplikasi saja, besoknya bisa hilang. Kita mendorong agar inovasi tersebut mendapat HAKI,” pungkasnya.
Baca juga: 10 PTN dengan Fakultas dan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia, Referensi SNBP-SNBT 2023
Dalam kompetisi kali ini pihaknya mendorong kemajuan inovasi di kalangan anak muda. Inovasi yang dimaksud adalah yang dapat dirasakan langsung manfaatnya bagi masyarakat. Menurutnya saat ini kemajuan inovasi sudah sangat besar. Hanya saja perspektifnya perlu dibekali dengan yang lebih lengkap.
“Misalnya soal lingkungan, tidak hanya gadget tapi harus punya operasionalisasinya di kenyataan harus konkrit. Salah satunya tadi ada dari finalis mengenai implan dan mangrove digital. Itu kan inovasi yang membumi dan dekat dengan masyarakat sehingga bisa dinikmati langsung,” tegasnya.
Pihaknya juga mendorong agar inovasi tersebut bisa mendapatkan hak paten. Sehingga ketika diimplementasikan di masyarakat tidak terjadi duplikasi. “Kalau hanya aplikasi saja, besoknya bisa hilang. Kita mendorong agar inovasi tersebut mendapat HAKI,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :