Derasnya Informasi, Penerima Beasiswa Santri Berprestasi Dibekali Penguatan Moderasi Beragama
Jum'at, 09 Desember 2022 - 06:06 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Tawaran Beasiswa S1 di Singapura, Kuliah Gratis dan Tunjangan Capai Rp74 Juta
Dikatakan Basnang Said, tantangan saat ini adalah dunia yang sangat terbuka dan derasnya arus informasi. Perlu membangun kecerdasan para mahasantri dalam menerima setiap informasi yang datang.
"Akan sangat riskan jika generasi kita tidak dibekali pemahaman inklusif. Oleh karena itu menjadi kewajiban kita untuk membimbing mereka demi memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan yang telah menjadi salah satu pondasi kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," terangnya.
Hal senada disampaikan Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Nor Abadi. Dia melihat mahasantri sebagai individu yang dilahirkan dari pesantren memiliki nilai lebih karena pernah dididik dengan karakter kedisiplinan, kemampuan untuk survive, dan yang lebih penting terlatih mengenal perbedaan.
"Santri sudah terbiasa melatih kebersamaan dalam kehidupan sehari-harinya di pondok pesantren. Begitu pun dalam hal perbedaan pemikiran, santri sudah belajar banyak tentang adanya perbedaan pemikiran dan madzhab dalam agama, dan tahu bagaimana menyikapinya," terangnya.
Nor Abadi berharap para santri yang sedang menempuh studi di perguruan tinggi tetap membawa karakter kesantrian yang telah dipelajari di pesantren dan menularkannya kepada yang lain.
Dikatakan Basnang Said, tantangan saat ini adalah dunia yang sangat terbuka dan derasnya arus informasi. Perlu membangun kecerdasan para mahasantri dalam menerima setiap informasi yang datang.
"Akan sangat riskan jika generasi kita tidak dibekali pemahaman inklusif. Oleh karena itu menjadi kewajiban kita untuk membimbing mereka demi memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan yang telah menjadi salah satu pondasi kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," terangnya.
Hal senada disampaikan Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Nor Abadi. Dia melihat mahasantri sebagai individu yang dilahirkan dari pesantren memiliki nilai lebih karena pernah dididik dengan karakter kedisiplinan, kemampuan untuk survive, dan yang lebih penting terlatih mengenal perbedaan.
"Santri sudah terbiasa melatih kebersamaan dalam kehidupan sehari-harinya di pondok pesantren. Begitu pun dalam hal perbedaan pemikiran, santri sudah belajar banyak tentang adanya perbedaan pemikiran dan madzhab dalam agama, dan tahu bagaimana menyikapinya," terangnya.
Nor Abadi berharap para santri yang sedang menempuh studi di perguruan tinggi tetap membawa karakter kesantrian yang telah dipelajari di pesantren dan menularkannya kepada yang lain.
Lihat Juga :