Kemendikbudristek Dorong Juru Rias Pengantin Berkreasi dan Berinovasi

Selasa, 13 Desember 2022 - 14:03 WIB
loading...
Kemendikbudristek Dorong...
Peran dan keberadaan juru rias pun menjadi sangat penting dalam melestarikan sekaligus mengembangkan seni rias pengantin dari berbagai daerah. Foto/Laman Ditjen Diksi.
A A A
JAKARTA - Tata rias pengantin menjadi salah satu perwujudan kekayaan tradisi budaya masyarakat Indonesia. Peran dan keberadaan juru rias pun menjadi sangat penting dalam melestarikan sekaligus mengembangkan seni rias pengantin dari berbagai daerah.

Oleh karena itu, sebagai lembaga pendidikan nonformal, keberadaan lembaga kursus dan pelatihan (LKP) dinilai tidak hanya berperan mencetak tenaga-tenaga rias pengantin semata, tetapi juga mampu menjaga sekaligus melestarikan budaya Indonesia, khususnya di bidang tata rias pengantin.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Wartanto, saat membuka acara “Wonderful Wedding” - Temu Mantu Massal 2022 di Jakarta.

Salah satu agenda utama dalam acara yang digelar oleh Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi dan Modern Indonesia (Katalia) dan Himpunan Pimpinan Pendidik Pelatihan dan Kewirausahaan Indonesia (HP3KI) tersebut adalah lomba rias pengantin daerah yang diikuti oleh perias pengantin dari berbagai daerah.

Baca juga: IPB Raih Juara Umum Abdidaya Ormawa Kemendikbudristek 2022

Wartanto mengatakan, keberagaman seni tata rias pengantin yang dimiliki Indonesia saat ini merupakan peninggalan nenek moyang dan menjadi mahakarya yang sangat berharga. Oleh karena itu, dia menyambut baik kegiatan lomba rias pengantin daerah yang melibatkan para perias pengantin dari berbagai daerah tersebut, sebagai salah satu upaya pelestarian sekaligus sosialisasi tradisi budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Dengan sosialisasi ini, kita berarti sedang nguri-uri budaya, yang diharapkan akan muncul ahli-ahli rias pengantin yang penuh kreativitas sekaligus untuk melestarikan tradisi riasan pengantin ini,” kata Wartanto, dikutip dari laman Ditjen Vokasi Kemendikbudristek, Selasa (13/12/2022).

Menurut Wartanto, selama ini Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi berkomitmen dan mendukung lahirnya ahli-ahli rias pengantin melalui sejumlah program, seperti program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) maupun Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) di bidang tata rias pengantin, baik tata rias pengantin tradisi maupun tata rias pengantin modifikasi.

Masih menurut Wartanto, era globalisasi dan juga dampak pandemi Covid-19 memang telah mengubah gaya hidup masyarakat menjadi lebih simpel, termasuk urusan riasan pengantin.

Kondisi tersebut menuntut seorang perias pengantin untuk berinovasi agar bisa menyesuaikan dengan tuntutan pasar dan perubahan zaman. Terlebih, ruang untuk berinovasi masih terbuka lebar. Dari 180 gaya tata rias pengantin daerah yang sudah dibakukan, saat ini baru 25 yang sudah dimodifikasi.

“Jangan berhenti melakukan inovasi dan juga sosialisasi sehingga seni tata rias pengantin ini bisa terus berkembang dan melayani kebutuhan masyarakat,” pesan Wartanto.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OTC Bali Dukung Sinergi...
OTC Bali Dukung Sinergi Pemerintah untuk Perlindungan Siswa PKL di Luar Negeri
Prodi Vokasi Ini Lebih...
Prodi Vokasi Ini Lebih Sulit Ditembus dari Kedokteran di SNBP 2025 Unair
AOKlandz Buka Kursus...
AOKlandz Buka Kursus Brevet Pajak, Memperluas Peluang Karier Milenial
Kemendikdasmen Pamer...
Kemendikdasmen Pamer Hasil Karya Kursus dan Pelatihan, Inovasi Kecantikan hingga Mode
Mendikdasmen Soroti...
Mendikdasmen Soroti Peran Penting LKP untuk Siapkan SDM Berdaya Saing Tinggi
Ditjen Pendidikan Vokasi...
Ditjen Pendidikan Vokasi Luncurkan Buku untuk Hadapi Dinamika Dunia Kerja
Kisah Fajar, Raih Gelar...
Kisah Fajar, Raih Gelar Sarjana Berkat Kursus hingga Jadi Pengusaha Muda
Karya Busana Desainer...
Karya Busana Desainer Muda SMKN 1 Pringapus Semarang Pukau JMFW 2025
Indonesia-Prancis Tingkatkan...
Indonesia-Prancis Tingkatkan Kompetensi Pengajar Vokasi Kuliner
Rekomendasi
Sri Mulyani Pede Mudik...
Sri Mulyani Pede Mudik dan Lebaran Angkat Ekonomi Daerah, Ini 2 Pendorongnya
Serangan Rudal AS Hancurkan...
Serangan Rudal AS Hancurkan Masjid di Yaman
Profil Lennox Lewis:...
Profil Lennox Lewis: Mantan Juara Kelas Berat Tak Terbantahkan yang Takut Hadapi Holyfield
FIFA Yakin Indonesia...
FIFA Yakin Indonesia Pecah Rekor 88 Tahun Lolos Piala Dunia
Bagi-bagi Takjil dan...
Bagi-bagi Takjil dan Layanan Kesehatan, BNI Hadir di Posko Mudik Malang
Titiek Puspa Jalani...
Titiek Puspa Jalani Lebaran di ICU, Masih Pemulihan usai Operasi Pecah Pembuluh Darah
Berita Terkini
Hati-Hati! Makan Berlebihan...
Hati-Hati! Makan Berlebihan Saat Lebaran Bisa Picu Stroke, Ini Tips dari Ahli Gizi IPB
15 jam yang lalu
Mengejutkan! 5 Kata...
Mengejutkan! 5 Kata dalam Bahasa Indonesia Ini Ternyata dari Bahasa Arab
15 jam yang lalu
Siswa MAN 4 Jakarta...
Siswa MAN 4 Jakarta Ghifran Majid Diterima di 13 Kampus Ternama Dunia, Apa Rahasianya?
15 jam yang lalu
Ada Sejak Abad 15 Masehi,...
Ada Sejak Abad 15 Masehi, Pakar Unair Ungkap Sejarah Malam Takbiran di Indonesia
18 jam yang lalu
5 Daerah dengan Progres...
5 Daerah dengan Progres Penyaluran Tunjangan Guru Tertinggi di Indonesia, Karang Asem Hampir 100 %
21 jam yang lalu
Profil dan Riwayat Pendidikan...
Profil dan Riwayat Pendidikan Prof Ahmad Tholabi Kharlie, Khatib Salat Id di Masjid Istiqlal
23 jam yang lalu
Infografis
2 Alasan Buaya Hidup...
2 Alasan Buaya Hidup Berdampingan dan Tidak Mau Memakan Capybara
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved