UNS Jadi Kampus Pertama untuk Pembuatan Identitas Kependudukan Digital
Rabu, 14 Desember 2022 - 09:36 WIB
loading...
A
A
A
Andil Prof. Zudan dalam pengembangan UNS memang tidak diragukan. Sebelumnya, dia menginisiasi lahirnya Program Studi (Prodi) D-4 Demografi dan Pencatatan Sipil di Fakultas Hukum (FH) yang kini telah menjadi bagian dari Sekolah Vokasi UNS.
Baca juga: LLDIKTI Serahkan Bantuan Rp5 Miliar ke Sekolah dan Kampus Terdampak Gempa Cianjur
Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Prof. Dr. Zudan Arif Fakhrullah menjelaskan, Dukcapil Goes to Campus merupakan aktivitas kolaborasi yang menghasilkan energi besar. Hal tersebut terbukti dari keikutsertaan lebih dari 1.000 orang sivitas akademika UNS dalam pembuatan IKD pada dua hari pelaksanaan program.
“IKD merupakan satu tingkatan yang kita kelola lebih tinggi dari KTP elektronik. Biaya pembuatannya bisa sangat turun 90 persen. Kedua, lebih praktik. Jadi tidak perlu dicetak,” terang Prof. Zudan.
Lebih lanjut, Prof. Zudan turut berterima kasih kepada sivitas akademika UNS atas partisipasi besar yang diberikan. Dia berharap sinergi yang terjalin dengan UNS dapat terus berlanjut. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bergerak sendiri. Begitu pula dengan kampus.
“Kekuatan kita adalah ketika bersama-sama. Kami di Dukcapil memiliki pendekatan customer based oriented. Kita memiliki satu pemahaman bahwa negara harus turun dari posisi sebagai birokrat menjadi produsen,” tambahnya.
Baca juga: LLDIKTI Serahkan Bantuan Rp5 Miliar ke Sekolah dan Kampus Terdampak Gempa Cianjur
Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Prof. Dr. Zudan Arif Fakhrullah menjelaskan, Dukcapil Goes to Campus merupakan aktivitas kolaborasi yang menghasilkan energi besar. Hal tersebut terbukti dari keikutsertaan lebih dari 1.000 orang sivitas akademika UNS dalam pembuatan IKD pada dua hari pelaksanaan program.
“IKD merupakan satu tingkatan yang kita kelola lebih tinggi dari KTP elektronik. Biaya pembuatannya bisa sangat turun 90 persen. Kedua, lebih praktik. Jadi tidak perlu dicetak,” terang Prof. Zudan.
Lebih lanjut, Prof. Zudan turut berterima kasih kepada sivitas akademika UNS atas partisipasi besar yang diberikan. Dia berharap sinergi yang terjalin dengan UNS dapat terus berlanjut. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bergerak sendiri. Begitu pula dengan kampus.
“Kekuatan kita adalah ketika bersama-sama. Kami di Dukcapil memiliki pendekatan customer based oriented. Kita memiliki satu pemahaman bahwa negara harus turun dari posisi sebagai birokrat menjadi produsen,” tambahnya.
(nnz)
Lihat Juga :